| dc.description.abstract | Tugas akhir menjadi salah satu hal wajib yang diberikan oleh universitas untuk mengetahui
kemampuan mahasiswa dalam menempuh pendidikannya semasa kuliah. Tak dapat dipungkiri
bahwa mahasiswa magister memiliki tingkat stres yang lebih tinggi karena tuntutan akademik
yang lebih tinggi. Dalam wawancara yang dilakukan kepada manager administrasi dan
keilmuan MTI UII ketepatan kelulusan mahasiswa S2 adalah sebesar 35%. Penelitian ini akan
mengevaluasi hubungan antara mahasiswa tingkat akhir S2 (Magister) dengan faktor-faktornya
(jenis kelamin, angkatan, usia, semester masuk, kelas, asal daerah, dosen pembimbing, dan
status bekerja) terhadap penyusunan tesis untuk meminimalisir terlambatnya menyelesaikan
tesis secara tepat waktu. Metode yang digunakan adalah NASA-TLX, Uji Kruskal Wallis, Uji
Analisis Faktor, Uji Chi Square dan Analisis 5 Whys untuk mengetahui faktor yang
berpengaruh. Hasil menunjukkan bahwa indikator Effort lebih berpengaruh bagi mahasiswa
yang sudah tutup teori maupun yang belum tutup teori dengan persentase masing-masing
sebesar 22% dan 26%. Faktor yang terbentuk adalah usia, kelas, jenis kelamin, angkatan, dan
status bekerja. Dari analisis 5 whys terhadap pola hubungan beban kerja mental, didapatkan
bahwa faktor usia, dapat dipengaruhi oleh perkembangan fisik dan kognitifnya. Faktor kelas,
adanya kesibukan yang berbeda antara mahasiswa reguler dan blok. Faktor jenis kelamin,
memiliki karakteristik belajar berbeda. Faktor angkatan, terdapat perbedaan masa studi yang
dialami oleh masing-masing mahasiswa. Faktor status bekerja, terdapat perbedaan durasi waktu
belajar antara mahasiswa yang bekerja dan tidak bekerja, sehingga dapat menyebabkan
kurangnya fokus antara kuliah dan kerja, dan kelelahan. Selain itu, pengaruh antar dosen
pembimbing berpengaruh pada beban kerja mental. | en_US |