| dc.description.abstract | Lebih dari setengah populasi dunia sekarang tinggal di Kota. Pada tahun 2050, angka tersebut akan meningkat menjadi 6,5 miliar, terhitung sepertiga dari populasi dunia. Kemudian permasalahan permukiman kumuh dan kebutuhan hunian layak huni di Kota Banjarmasin masih terbilang tinggi diakarenakan luas kawasan kumuh di pusat Kota Banjarmasin seluas 322,73 dan backlog hunian di Kalimantan Selatan sebanyak 96.066 unit. Selain itu wabah virus Covid-19 juga menjadi isu global yang berdampak pada perekonomian dunia. Pada tahun 2021, Kota Banjarmasin dilanda bencana banjir rob yang genangannya bertahan hingga lebih dari 19 hari, yang mengakibatkan lumpuhnya aktivitas masyarakat. Perancangan rumah susun ini bertujuan untuk menyediakan hunian yang layak, mengurangi permukiman kumuh yang ada di Kota Banjarmasin, dan tanggap terhadap bencana banjir yang akan datang akan tetapi tetap memperhatikan isu virus Covid-19. Perancangan ini menggunakan metode studi literatur dan analisis arsitektur yang berhubungan dengan program ruang, desain bangunan, penataan lasekap, struktur, dan material yang digunakan. Hasil dari rancangan memperharikan kebutuhan dari masyarakat berpenghasilan rendah, sehingga fasilitas yang ada di kawasan rumah susun berdasarkan analisis yang telah dilakukan. Kemudian pada tapak menerapkan taman bioswale yang dapat mengalirkan air hujan secara alami ke dalam tanah untuk mencegah genangan banjir. | en_US |