• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Pengaruh Pemberian Tepung Umbi Garut Terhadap Gambaran Histomorfologi Hepar Pada Mencit yang Diinduksi Penuaan menggunakan D-galaktosa

    Thumbnail
    View/Open
    20711196.pdf (2.613Mb)
    Date
    2024
    Author
    Victoria, Jocelyn Karina
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Latar Belakang: D-galaktosa dapat menginduksi kerusakan pada hepar melalui mekanisme penuaan. Umbi garut (Maranta arundinacea) memiliki kandungan antioksidan yang berpotensi dalam mengurangi efek penuaan. Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh pemberian tepung umbi garut terhadap gambaran histomorfologi hepar pada mencit yang diinduksi D- galaktosa. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian true experimental post test group design. Subjek penelitian berasal dari mencit Balb/C yang terdiri dari 4 kelompok yaitu KN (induksi D-galaktosa dengan pakan standar), KS (kontrol sehat), P1 (induksi D-galaktosa dan umbi garut 45%), P2 (induksi D-galaktosa dan umbi garut 60%). Induksi D-galaktosa dilakukan menggunakan sondase D- galaktosa. Organ hepar mencit dilakukan pembuatan preparat histologi dengan pewarnaan Hematoksilin-Eosin (HE). Pembacaan kerusakan sel hepar dilakukan dengan perangkat lunak Image-J dalam perbesaran 40x pada 20 lapang pandang. Analisis uji normalitas menggunakan shapiro-wilk dan analisis skor kerusakan sel hepar menggunakan One-Way ANOVA. Hasil: Rata-rata skor kerusakan hepar berturut turut untuk kelompok pakan jagung 100% tanpa induksi D-galaktosa (KS), pakan jagung 100% dengan induksi D-galaktosa (KN), pakan umbi garut 45% dengan induksi D-galaktosa (P1), pakan umbi garut 60% dengan induksi D-galaktosa (P2) adalah 125,38±12,56, 174,61±5,24, 155,48±34,72, dan 148,06±27,02. Hasil signifikansi KN hingga P2 menunjukkan nilai p=0,066. Kesimpulan: Tidak terdapat pengaruh signifikan dari pemberian tepung umbi garut terhadap gambaran histomorfologi hepar mencit yang diinduksi penuaan menggunakan D-galaktosa.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/49353
    Collections
    • Medical Education [2922]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV