Show simple item record

dc.contributor.authorDivayanti, Shania
dc.date.accessioned2024-05-08T03:01:56Z
dc.date.available2024-05-08T03:01:56Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/48992
dc.description.abstractTerjadinya kebakaran hutan yang melanda di Australia, menjadikan Perdana Menteri Scott Morrison mendapatkan banyak teguran akibat kerusakan yang ditimbulkan karena sikapnya yang tidak terlalu peduli dengan keadaan lingkungan yang sedang terjadi. Terlebih dampak yang dihasilkan oleh kebakaran hutan tidak hanya dirasakan oleh masyarakat lokal saja, namun memberikan dampak kerugian kepada negara yang berada bersebelahan dengan Australia. Dengan mengangkat isu ini, penulis menggunakan teori yang diterapkan oleh William D. Coplin yaitu Decision Making. Pada teori tersebut terdapat beberapa faktor seperti faktor politik domestik, faktor ekonomi dan militer serta faktor internasional. Australia yang terkenal dengan pertambangan batu baranya tentu akan cukup berpengaruh juga terhadap kerusakan lingkungan. Namun tentu itu akan saling memberikan efek ke masing-masing sektor, sebagaimana lingkungan dan perekonomian cenderung berbanding terbalik. Sementara dengan Scott Morrison yang berasal dari Partai Liberal dengan fokusnya yang berada di sektor perekonomian. Riset ini dilakukan untuk mengetahui mengapa Scott Morrison memilih untuk berkontribusi dalam pemulihan kerusakan lingkungan.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectAustraliaen_US
dc.subjectScott Morrisonen_US
dc.subjectKerusakan Lingkunganen_US
dc.subjectDecision Makingen_US
dc.subjectPartai Liberalen_US
dc.titlePolitik Kebijakan Mitigasi Kerusakan Lingkungan Masa Pemerintahan Scott Morrison 2019-2020en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM18323091


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record