• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Psychology
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Psychology
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Pemaafan dan Kesejahteraan Psikologis pada Remaja dari Keluarga yang Bercerai

    Thumbnail
    View/Open
    17320199.pdf (5.637Mb)
    Date
    2024
    Author
    Kusuma, Marcel Daffa
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Remaja dari keluarga yang bercerai memiliki pola perilaku yang berbeda jika dibandingkan dengan remaha dari keluarga yang utuh. Kehadiran yang berbeda dari sosok ayah atau ibu dapat mengganggu perkembangan dan pencapaian remaja dalam memenuhi kesejahteraan psikologisnya. Beberapa penelitian yang telah dilakukan menunjukan bahwa remaja dari keluarga yang bercerai memiliki kecenderungan perilaku yang berbeda dan tidak sesuai, kondisi perceraian orang tua tersebut mempengaruhi kondisi kesejahteraan psikologis pada remaja. Beberapa dampak yang dialami remaja adalah kesulitan mengontrol emosi, merasa sedih, merasa asing, serta menyalahkan diri sendiri. Dampak-dampak yang terjadi ini mampu menghambat remaja dalam memenuhi kesejahteraan psikologisnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemaafan dan kesejahteraan psikologis pada remaja dari keluarga yang bercerai. Kriteria responden dalam penelitian ini adalah remaja usia 17-26 tahun yang memiliki orang tua bercerai. Responden yang terkumpul sejumlah 160 remaja, diantaranya adalah 17 remaja berjenis kelamin laki-laki dan 143 remaja berjenis kelamin perempuan. Hipotesis dalam penelitian ini adalah semakin tinggi tingkat pemaafan maka semakin tinggi pula kesejahteraan psikologis pada remaja dari keluarga yang bercerai. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukan nilai r = 0,320, dan p = 0,000. Berdasarkan nilai signifikansi yang tertera, dapat disimpulkan bahwa pemaafan dan kesejahteraan psikologis memiliki hubungan yang signifikan dan positif. Hasil tersebut mennunjukan bahwa semakin tinggi pemaafan pada remaja, maka semakin tinggi pula kesejahteraan psikologisnya. Hasil ini sesuai dengan hipotesis yang diajukan bahwa tingkat pemaafan mampu meningkatkan kesejahteraan psikologis pada remaja dari keluarga yang bercerai. Jadi dapat disimpulkan bahwa pemaafan mampu meningkatkan kesejahteraan psikolgis pada remaja yang terdampak dari perceraian orang tuanya.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/48978
    Collections
    • Psychology [2584]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV