• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Industrial Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Industrial Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Perancangan Penjadwalan Preventive Maintenance untuk meminimalisir Biaya Downtime menggunakan Interval Waktu Pada Mesin Bucket Elevator (Studi Kasus pada PT. Wilmar Padi Indonesia Ngawi)

    Thumbnail
    View/Open
    20916013.pdf (4.798Mb)
    Date
    2024
    Author
    Fatah, Muhamad Mukafi Abdul
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Mesin sangat penting karena downtime dapat menghambat bahkan menghentikan produksi. Pada penelitian ini ditemukan bahwa terjadi downtime yang tinggi pada kategori mekanik yaitu pada bagian receiving, drying, silo, sering terjadi kerusakan pada mesin bucket elevator. Penelitian ini menggunakan Total Productive Maintenance (TPM) yang dimulai dengan menghitung Overall Equipment Effectiveness (OEE) dan Six Big Losses. Analisis Pareto Diagram dilakukan setelah perhitungan six big losses diketahui. Kemudian menggunakan Failure Mode Effect Analysis (FMEA) untuk menggambarkan dan mengidentifikasi kegagalan serta dampak pada konsumen jika risiko tersebut tidak dicegah. Hasil dari FMEA diperoleh bahwa komponen paling kritis sehingga perlu tindakan. Tahap selanjutnya adalah mencari jarak antar kerusakan dan perbaikan dari komponen bucket, bearing dan sprocket. Dilanjutkan dengan menghitung nilai Mean Time To Failure (MTTF) dan Mean Time To Repair (MTTR) mesin bucket elevator lalu menghitung biaya kerusakan dan biaya perawatan. Kemudian melakukan perbandingan reliability sebelum dan sesudah penentuan interval waktu penggantian pencegahan komponen. Terakhir, perancangan penjadwalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inerja mesin bucket elevator tidak memenuhi persyaratan OEE. Meskipun satu nilai (Perfomance Ratio) tidak mencapai target sedangkan Availability dan Quality Ratio memenuhi target maka harus tetap mendapatkan perbaikan, improvement dan replacement. Akar permasalahannya adalah kurangnya pengawasan, perawatan serta usia mesin yang sudah tua. Biaya loss opportunity produksi yang terjadi dalam 6 bulan sebesar 242 juta dan setelah diterapkan perancangan penjadwalan Preventive Maintenance dengan Interval waktu untuk perawatan dan perawatan karena kerusakan ada penurunan biaya dengan rata-rata 79,47%.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/48963
    Collections
    • Master of Industrial Engineering [242]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV