• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Industrial Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Industrial Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Analisis Faktor Utama Penyebab Kegagalan Produk Menggunakan Metode Confirmatory Factor Analysis (CFA) dan Analytical Hierarchy Process (AHP) (Studi Kasus: Perusahaan Manufaktur)

    Thumbnail
    View/Open
    17522161.pdf (3.219Mb)
    Date
    2023
    Author
    Saputra, Febri
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Pengaruh produk cacat/defect pada perusahaan berdampak pada kerugian finansial. Produk cacat tidak hanya mengurangi kualitas produk, tetapi juga mempengaruhi kenaikan harga barang yang diperlukan untuk memproduksi barang-barang tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi dan memprioritaskan faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya kegagalan produk di perusahaan manufaktur, serta memberikan rekomendasi strategi terhadap perusahaan manufaktur berdasarkan hasil prioritas faktor. Analisis faktor menggunakan Confirmatory Factor Analysis (CFA) berdasarkan 18 indikator (x1 sampai x18) yang bersumber dari studi literatur terdahulu. Hasil analisis faktor mengindentifikasi tiga kelompok faktor utama: manusia dan kebersihan lingkungan kerja, mesin dan waktu kedatangan bahan baku, dan beban kerja operator dan kualitas bahan baku. Untuk prioritas faktor ditentukan dengan menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) berdasarkan perbandingan berpasangan bahwa faktor mesin dan waktu kedatangan bahan baku memiliki bobot 63,38% dan faktor beban keja operator dan kualitas bahan baku dengan bobot 29,40% menjadi 2 faktor utama yang paling dominan terhadap penyebab kegagalan produk pada perusaahaan manufaktur. Sedangkan prioritas secara keseluruhan menunjukkan tiga faktor dengan bobot tertinggi antara lain: faktor x5 (terdapat kerusakan pada mesin) dengan nilai bobot sebesar 43,42%. Bobot terbesar kedua adalah faktor x12 (beban kerja operator/pekerja yang terlalu berat) dengan nilai bobot sebesar 21,07%, terbesar ketiga adalah faktor x17 (keterlambatan kedatangan bahan baku) dengan nilai bobot sebesar 12,12%. Rekomendasi yang dapat diberikan peneliti kepada perusahaan manufaktur untuk mengurangi jumlah produk gagal/defect adalah dengan menjadwalkan maintenance mesin secara berkala, memperhatikan serta mengevaluasi beban kerja pada masing-masing departemen/divisi karena beban kerja yang berlebihan dapat menimbulkan stress, kelelahan bahkan cidera yang berdampak pada produktivitas pekerja dan menggunakan multi supplier untuk pemecahan masalah keterlambatan dalam penerimaan bahan baku oleh perusahaan.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/48624
    Collections
    • Industrial Engineering [2893]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV