• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Islamic Studies
    • Islamic Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Islamic Studies
    • Islamic Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Studi Putusan Hakim Pengadilan Agama Sleman Tentang Fasakh Nikah Perspektif Hukum Islam pada Pasangan Suami Istri Murtad (Studi Kasus Putusan Fasakh di Pengadilan Agama Sleman Nomor 1721/Pdt.G/2022/PA.Smn)

    Thumbnail
    View/Open
    19421114.pdf (2.730Mb)
    Date
    2023
    Author
    Dutta, Bernika Lara
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya kasus cerai talak yang dikabulkan oleh majelis hakim yang disebabkan oleh fasakh nikah pada pasangan suami istri murtad di Pengadilan Agama Sleman. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis isi putusan Pengadilan Agama Sleman mengenai fasakh nikah pada pasangan suami istri yang murtad, disamping itu penelitian ini bertujuan untuk tuk mengetahui lan- dasan Hakim tentang fasakh nikah pada pasangan suami istri murtad. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan nor- matif. Untuk mendapatkan data yang digunakan oleh peneliti ada dua pendekatan yaitu: yang pertama, dokumentasi yang hal ini Putusan Hakim pada Perkara nomor 1721/Pdt.G/2022/PA.Smn dan yang kedua adalah melakukan sesi wawancara dengan hakim yang memutuskannya. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis konten yaitu penelitian yang bersifat mendalam terhadap suatu informasi. Prosedur cerai talak pasangan suami istri murtad sama dengan prosedurnya cerai talak pasangan suami istri yang tidak murtad. Bila keduanya murtad maka pernikahan di antara mereka rusak hingga Pengadilan Agama yang akan mem- berikan putusan. Perkara cerai talak karena nikah secara Islam kemudian para pihak murtad sehingga cerainya tidak ada ikrar talak tetapi perkawinan yang di fasakh. Majelis Hakim mengabulkan putusan tersebut karena keduanya telah murtad maka dengan hubungan keduanya putus secara hukum dan tidak lagi ada ikatan atau hub- ungan khusus hinga diantara keduanya tidak ada lagi hak dan kewajiban suami istri. Sehingga dalam menghadapi peralihan agama dalam perkawinan lebih mengedepankan keadilan, perlindungan hukum, serta maslahat dari para pihak dan pertimbangan ini didasarkan pada terjaganya akidah dari hal-hal yang bertentangan dengan hukum Islam.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/47905
    Collections
    • Islamic Law [939]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV