| dc.description.abstract | Dalam pengadaan konstruksi di Indonesia masih terdapat deviasi pada proses
lelang. Deviasi disebabkan oleh adanya kesempatan ketika proses lelang konstruksi.
Para pihak penyedia jasa saling mencari kesempatan untuk mencari keuntungan
pribadi maupun kelompok ataupun yang melakukan deviasi tersebut. Hal ini
menyebabkan terjadinya kerugian negara akibat adanya deviasi pada proses lelang
konstruksi.
Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data – data dari Lembaga
yang memiliki kewenangan dalam memutuskan terjadi atau tidak deviasi pada
proses lelang adalah Komisi Pengawas Persaingan Usaha Republik Indonesia
(KPPU RI). Penelitian ini menggunakan kuesioner untuk mengetahui seberapa
besar penyebab dan dampak terhadap kerugian negara yang diakibatkan terjadinya
deviasi pada proses lelang dan menggunakan metode regresi sederhana untuk
mengatahui korelasi antara variable x (nilai HPS) dan variable y (nilai denda),
Probability And Impact Matrix untuk mengetahui besaran kontribusi dari penyebab
dan dampak dari deviasi setiap kasus dilakukan menggunakan dengan pendekatan
case base analysis.
Terdapat 12 jenis deviasi berdasarkan putusan kasus. Dampak deviasi yang
terjadi pada pengadaan konstruksi adalah kerugian secara materil dan immateriil.
Penyebab deviasi pada pengadaan konstruksi diakibatkan empat faktor yaitu faktor
ingin memperoleh keuntungan pribadi atau kelompok, adanya kesempatan, adanya
tekanan dan iklim usaha. Nilai R Square didapat sebesar 0.34563482 kategori cukup
kuat, tingkat persaingan pada paket pekerjaan terhadap jumlah peserta diakibat oleh
jenis profil UMKM perusahaan, deviasi paling banyak pada paket pekerjaan jalan
dan jembatan berjumlah 28 kasus dari total 40 kasus putusan dan mempunyai
deviasi 12 jenis dan konstribusi terbesar terjadinya deviasi adalah persekongkolan
gabungan dan persekongkolan vertikal dengan nilai sebesar 11.38%. | en_US |