Show simple item record

dc.contributor.authorIzah, Nurul
dc.date.accessioned2017-12-06T12:23:24Z
dc.date.available2017-12-06T12:23:24Z
dc.date.issued2017-11
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/123456789/4760
dc.description.abstractMuhammad Mahmud Thaha, pemikir Islam asal Sudan, memberikan perspektif baru dalam melihat Metode ijitihad makiyyah dan madaniyyah. Dalam persoalan ijtihad Mahmud Thaha memandang tidak perlunya batasan-batasan seperti yang banyak diuraikan oleh para ulama. konsep ijtihad yang dikehendaki oleh Taha adalah ijtihad yang memberi kebebasan bagi individu tanpa memperhatikan batasan-batasan atau aturan-aturan yang telah digariskan oleh syari’ah historis. Muhammad Mahmud Thaha yang berpandangan bahwa ayat-ayat makkiyyah lebih egaliter dan universal serta sesuai dengan kondisi saat ini dibanding dengan ayat madaniyyah yang lebih bersifat sektarian dan membedakan antara individu yang satu dengan yang lain. Menurut Mahmoud Muhammad Taha terjadi penghapusan ayat madaniyyah terhadap ayat makiyyah. Padahal sebenarnya para jumhur ulama tidak berpendapat demikian bahwa nasakh merupakan penghapusan ayat madaniyyah terhadap ayat makiyyah melainkan penghapusan yang dilakukan oleh ayat yang datangnya kemudian terhadap ayat yang datangnya lebih dahulu yang keduanya bertentangan dalam satu hal (kejadian) yang selanjutnya berbeda pula dalam hal hukum.en_US
dc.publisherMagister Studi Islam, FIAI, UIIen_US
dc.subjectMakiyyah, Madaniyyah, Ijtihad dan Ra’yuen_US
dc.titleKONSEP MAKIYYAH DAN MADANIYYAH MENURUT MAHMUD MUHAMMAD THAHAen_US
dc.typeArticleen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record