Show simple item record

dc.contributor.authorAlvaini, M. Rizky Akbar
dc.date.accessioned2024-02-16T02:49:02Z
dc.date.available2024-02-16T02:49:02Z
dc.date.issued2023
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/47463
dc.description.abstractDi Indonesia aturan terkait dengan pemilik dan kualitas bangunan terutama diatur dalam undang- undang tentang bangunan Gedung. Peraturan membolehkan bagi orang perorangan melaksanakan pembangunan, tetapi untuk membangun kualitas bangunan yang baik itu masih sangat jarang di temui. Manajemen pembangunan yang efektif berperan penting dalam menjaga dan meningkatkan kualitas bangunan rumah. Manajemen dapat diberikan kepada jasa konsultasi konstruksi Kualitas rumah di Indonesia masih perlu ditingkatkan, persentase rumah yang memiliki akses hunian yang layak di Indonesia yaitu 60,68% dan untuk provinsi Yogyakarta sekitar 84,94%. Peningkatan kualitas seharusnya dimulai dari kesalahan kesalahan yang telah terjadi pada bangunan tersebut contohnya kesalahan dari segi kesikuan bangunan, kesalahan sanitasi, elevasi, vertikalitas, sempadan, akses kendaraan dan orang, thermal. Kemudian identifikasi pada bangunan perlu dilakukan guna untuk memperbaiki kesalahan yang terdapat pada rumah agar menjadi rumah layak huni. Pada tahap analisis data selanjutnya alat utama penelitian ini adalah kuesioner sebagai alat untuk melakukan wawancara terstruktur. Struktur kuesioner ini akan memastikan bahwa parameter utama dari variabel yang diteliti dapat diukur secara kuantitatif. Penelitian dilakukan dengan mengobservasi, menganalisis dan memotret objek pada bangunan seperti rumah hunian yang dibangun oleh orang perorangan. Kemudian menganalisis data yang diperoleh dengan uji validitas dan reliabilitas. Setelah itu data yang dikumpulkan kemudian akan dianalisis korelasi untuk melihat apakah terdapat korelasi antara variabel dan melihat seberapa kuat korelasi antara variabel tersebut. Hasil pengujian hipotesis pertama Pada variabel umur hanya berkorelasi dengan variabel manajemen tetapi tidak terdapat korelasi terhadap kualitas rumah tinggal. Yang artinya umur pemilik tidak menentukan kualitas bangunan rumah tinggal. Kedua Pada variabel manajemen berkorelasi kuat dengan variabel kualitas bangunan yang artinya dalam membangun rumah tinggal dibutuhkan manajemen yang baik untuk mendapatkan kualitas rumah tinggal yang layak huni ketiga Pada variabel Pendidikan berkorelasi kuat dengan variabel manajemen dan kualitas, yang artinya semakin baik Pendidikan pemilik, maka kualitas bangunan pada rumah tinggal akan semakin bisa menentukan rumah tinggal layak huni.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectKualitas Rumah Tinggalen_US
dc.subjectKorelasien_US
dc.subjectPelaksana Orang Peroranganen_US
dc.titleAnalisis Kualitas Bangunan Rumah Hunian yang dibangun Oleh Pelaksana Orang Peroranganen_US
dc.title.alternativeAnalysis of The Quality of Residential House Buildings Built By Individual Contractoren_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM18511188


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record