• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Lecturers And Researchers
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Department of Architecture
    • SAKAPARI (Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia)
    • SAKAPARI 2023 #SERIES 11
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Lecturers And Researchers
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Department of Architecture
    • SAKAPARI (Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia)
    • SAKAPARI 2023 #SERIES 11
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    PENGARUH PENCAHAYAAN RUANG BENGKEL JAHIT SMK SYAFI’I AKROM PEKALONGAN TERHADAP KENYAMANAN BELAJAR SANTRI

    Thumbnail
    View/Open
    027 SAKAPARI 11_Thoriq Al Kautsar Malawai, Nensi Golda Yuli.pdf (577.9Kb)
    Date
    2023-07-25
    Author
    Malawai, Thoriq Al Kautsar
    Golda Yuli, Nensi
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Ruang belajar menjadi salah satu kebutuhan primer sekolah dalam menampung kegiatan belajar mengajar. Pencahayaan merupakan faktor yang tidak bisa dipisahkan dari elemen ruang karena kualitas pencahayaan suatu ruang sangat mempengaruhi aktifitas di dalamnya. Pada SMK Syafi’I Akrom Pekalongan khususnya di ruang bengkel jahit kurang memenuhi standar pencahayaan yang cukup baik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apa pengaruh pencahayaan terhadap kenyamanan belajar mengajar di ruang bengkel jahit. Penelitian dilakukan dengan metode pengambilan data yang mengukur kualitas ruang bengkel jahit mulai dari penchayaan hingga layout ruang, membagikan kuesioner kepada 22 orang santri dan 1 orang guru, serta mewawancarai 3 orang santri sebagai sampel yang mengerjakan 3 teknik menjahit yang berbeda untuk mengetahui kenyamanan yang dirasakan di ruang bengkel. Data yang diperoleh kemudian dikomparasikan dengan standar pencahayaan pada Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2018 Tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan Kerja. Dari analisis data memperoleh hasil bahwa ruang bengkel jahit memiliki intensitas cahaya yang cukup baik yaitu 219 lux dari standar 200 lux. Namun pada kasus tertentu seperti teknik menjahit yang berbeda memerlukan ketelitian dan pencahayaan sebesar 500-1000 lux. Kualitas pencahayaan di bawah standar ini mempengaruhi kenyamanan dan kualitas belajar mereka, sehingga mengalami kantuk dan gangguan pada penglihatan santri.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/47256
    Collections
    • SAKAPARI 2023 #SERIES 11 [95]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV