• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Lecturers And Researchers
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Department of Architecture
    • SAKAPARI (Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia)
    • SAKAPARI 2023 #SERIES 11
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Lecturers And Researchers
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Department of Architecture
    • SAKAPARI (Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia)
    • SAKAPARI 2023 #SERIES 11
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    INVISIBLE PLAYGROUND PADA KAWASAN BANGSAL KEMANDUNGAN, KERATON YOGYAKARTA

    Thumbnail
    View/Open
    093 SAKAPARI 11_Gusti Tetri Dewantari, Rini Darmawati, dan Hilmi Nur Fauzi.pdf (1.069Mb)
    Date
    2023-07-25
    Author
    Dewantari, Gusti Tetri
    Darmawati, Rini
    Fauzi, Hilmi Nur
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Ruang terbuka menjadi daya tarik anak sebagai tempat bermain di sekitar pemukiman padat. Berbagai kegiatan bermain maupun olahraga berbagi tempat untuk berkegiatan bersama sesuai karakter masing-masing. Berbagi tempat ini terdapat pada lahan terbuka di halaman bangsal Kemandungan kawasan Keraton Yogyakarta. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui aspek invisible playground dan proses placemaking pada kawasan Kemandungan Kraton, Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode yang digunakan yaitu berupa penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dengan observasi di lapangan secara langsung, mengamati, merekam kegiatan bermain dan wawancara di ruang terbuka pada kawasan Kemandungan. Kemudian data yang dikumpulkan dikelompokkan dan didiskripsikan kemudian dimaknai dengan mengkaitkan kajian teori yang relevan tentang yaitu ruang semi publik, placemaking dan invisible playground. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat aktivitas bermain secara terstruktur (panahan) dan tidak terstruktur (bermain bola & bersepeda) di dua titik halaman Bangsal Kemandungan. Dari aktivitas yang terjadi, diketahui jika placemaking yang telah terjadi yaitu pada aspek access and linkages, sociability, dan uses and activities sedangkan aspek comfort and image masih belum terpenuhi. Dalam pembentukan suatu invisible playground juga telah terjadi pada elemen aktivitas interaktif, elemen kejutan, dan ikatan emosi sedangkan dalam faktor keselamatan dalam bermain masih kurang di Bangsal Kemandungan ini.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/47138
    Collections
    • SAKAPARI 2023 #SERIES 11 [95]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV