• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Psychology
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Psychology
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Persepsi Terhadap Pernikahan pada Dewasa Awal yang ingin menunda Pernikahan

    Thumbnail
    View/Open
    18320215.pdf (128.5Kb)
    Date
    2023
    Author
    Rahmadita, Salmarifky Aqilla
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Dalam perjalanan hidupnya, setiap manusia pasti membutuhkan seseorang yang kelak akan menjadi pendamping hidupnya. Adanya pendamping hidup, seseorang bisa mencurahkan keluh kesahnya, tempat berbagi cerita, dan meraih mimpi bersama. Hubungan percintaan yang serius antar dua orang tersebut akan berlabuh pada sebuah pernikahan. Pernikahan merupakan penyatuan dua orang yang diikat dengan janji suci dan disahkan oleh agama dan negara. Nikah, menikah, dan pernikahan, tiga kata ini akan selalu menjadi salah satu topik yang ramai dibicarakan terlebih di zaman sekarang. Salah satu tugas perkembangan dewasa awal adalah menentukan pasangan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pernikahan dan kesiapan menikah lebih dalam lagi. Adapun responden dalam penelitian ini yaitu laki – laki dan perempuan yang berada dalam usia dewasa awal yaitu 18 - 40 tahun, dan belum memiliki pengalaman dalam pernikahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi naratif dan teknik analisis kualitatif. Proses pengambilan data dilakukan melalui wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alasan seseorang memilih untuk menunda menikah adalah merasa mandiri, memiliki rencana lain, belum siap menikah, dan belum menemukan orang yang tepat. Adapun makna dari sebuah pernikahan yaitu suatu pengikatan janji suci, suatu bentuk komitmen seumur hidup, dan pernikahan merupakan hal yang serius. Pernikahan dapat terjadi apabila sudah memiliki kesiapan dari segi finansial dan mental. Sementara hal – hal yang perlu dipersiapkan untuk melangsungkan pernikahan adalah kesiapan mental dan kesiapan finansial.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/46945
    Collections
    • Psychology [2579]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV