KARAKTER SPASIAL PERMUKIMAN TEPI SUNGAI Studi Kasus: Desa Tampelas Kecamatan Kamipang, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah
Date
2023-07-25Author
Indria, Nina
Iftironi, Muhammad
Khumaira, Hanifah Hestyas
Metadata
Show full item recordAbstract
Indonesia memiliki beragam permukiman yang terdiri dari permukiman daratan dan perairan. Permukiman perairan dimana masyarakatnya tinggal berdekatan dengan air seperti sungai, laut, danau dan sebagainya. Permukiman perairan banyak ditemui di Kalimantan karena banyaknya sungai sehingga masyarakat banyak melakukan kegiatan hingga menjadi sebuah budaya kehidupan perairan. Demikian pula di Desa Tampelas Kec. Kampingan, Kab. Katingan Kalimantan Tengah yang merupakan desa pinggir sungai. Pola permukiman yang terjadi di Desa Tampelas ini mengikuti aliran Sungai Katingan yaitu berada di bagian timur sungai. Persebaran permukiman ini mempengaruhi pola spasial dari permukiman Desa. Sehingga tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karakteristik spasial permukiman tepi sungai dengan studi kasus Desa Tampelas. Dengan metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif untuk identifikasi karakteristik permukiman. Penelitian ini hanya dilakukan di permukiman Desa Tampelas saja batasan sekitar 16 Km panjang dari sungai Katingan dengan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan wawancara, observasi, dokumentasi dan studi literatur. Karakteristik spasial permukiman yang terbentuk di Desa Tampelas ini disebabkan adanya sungai. Sungai digunakan sebagai alat transportasi utama bagi masyarakat antar desa maupun yang menuju kota. Sungai tersebut merupakan sungai yang membelah hampir kurang lebih 7 kecamatan. Seiring berjalanya waktu dengan bertambahnya banyaknya warga yang bermukim di Desa Tampelas sehingga terbentuknya satu sirkulasi yang mengikuti pemukiman yaitu jalan desa yang terbuat dari kayu dan bata sehingga aspek ini masuk kedalam elemen alam dari permukiman. Selain sungai, unsur alam yang ada di permukiman desa ini adalah adanya hutan gambut yang berada di seberang desa dan dikelola oleh masyarakat dengan cara dijaga dan dirawat. Unsur masyarakat dan sosial yang ada di Desa Tampelas yaitu adanya sejarah perpindahan permukiman masyarakat karena wabah penyakit, kemudian terbangun kembali desa yang baru hingga saat ini dengan berbagai macam aktivitas seperti sekolah, TPA, kumpul warga, dan rapat kelompok warga. Seiring adanya penambahan penduduk yang dipicu oleh mata pencaharian seperti mencari ikan, mencari rotan, dan juga menjaga hutan. Kondisi fisik yang dapat dilihat di Desa Tampelas meliputi rumah-rumah warga, fasilitas umum desa, sekolah hingga lapangan. Sedangkan pada rumah-rumah masyarakat yang berada di pinggir sungai terdapat ruang yang biasa dimanfaatkan seperti adanya tempat mandi di sungai (jamban), tempat menaruh sampan tempat dagang pinggir sungai. Rumah-rumah warga biasanya berbentuk seperti rumah panggung yang menggunakan material kayu ulin dan rengas yang tahan akan air sehingga aman ketika banjir. Terdapat 6 fasilitas umum desa, 3 fasilitas pendidikan, 1 area terbuka berupa lapangan, dan 1 pelaburan desa atau dermaga. Terdapat 2 jalur transportasi yaitu jalur air dengan sungai dan jalur darat yaitu jalan utama desa yang hanya terdapat di dalam permukiman. Karakter permukiman warga yang masih lengang dan tidak padat sehingga suasana pemukiman sangat leluasa dengan jarak antar rumah sekitar 1-6 meter.
