• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Lecturers And Researchers
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Department of Architecture
    • SAKAPARI (Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia)
    • SAKAPARI 2023 #SERIES 11
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Lecturers And Researchers
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Department of Architecture
    • SAKAPARI (Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia)
    • SAKAPARI 2023 #SERIES 11
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    MUSEUM ANJUNGAN IDRUS TINTIN SEBAGAI STIMULAN MASYARAKAT PEKANBARU UNTUK BERAKTIVITAS DI LAPANGAN PURNA MTQ

    Thumbnail
    View/Open
    072 SAKAPARI 11_Garneta Nofkila Z, Hastuti Saptorini, Evandry Ramadhan.pdf (975.2Kb)
    Date
    2023-06-25
    Author
    Nofkila Z, Garneta
    Saptorini, Hastuti
    Ramadhan, Evandry
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Lapangan Purna MTQ merupakan kawasan yang awalnya dibangun untuk acara MTQ, sehingga kawasan ini memiliki beberapa sarana prasarana untuk dinikmati oleh pengunjung diantaranya Museum Anjungan Idrus Tintin. Museum Anjungan Idrus Tintin ini merupakan sebuah bangunan pertunjukan seni yang dijadikan sebagai tempat pagelaran berbagai macam karya seni dan bisa disewakan untuk acara tertentu juga menjadi icon dari Lapangan Purna MTQ, hal ini menjadi daya tarik bagi para pengunjung. Lapangan Purna MTQ ini masih digunakan untuk kegiatan keagamaan. Namun, seiring berjalannya waktu lapangan ini dialih fungsikan sebagai tempat untuk kegiatan kebudayaan, olahraga, rekreasi, area PKL, dan keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses placemaking pada Lapangan Purna MTQ juga mengetahui aktivitas, tempat dan pelaku yang ada di lapangan. Metode yang dilakukan oleh penulis pada penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan menekankan penelitian pengamatan terhadap suatu fenomena dan dokumentasi secara langsung. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Museum Anjungan Idrus Tintin menjadi stimulan dan memiliki proses placemaking yang paling berpengaruh pada lapangan dan menciptakan lima zona. Museum ini juga menjadi zona yang paling banyak memiliki kegiatan kebudayaan.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/46929
    Collections
    • SAKAPARI 2023 #SERIES 11 [95]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV