• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Islamic Studies
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Islamic Studies
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Konsep Nusyuz dalam Fikih Gender dan Implikasinya Terhadap Penerapan Hukum Perkawinan di Indonesia (Studi Pemikiran Buya Hamka)

    Thumbnail
    View/Open
    19913060.pdf (1.774Mb)
    Date
    2023
    Author
    Khayati, Isni Nur
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Tulisan ini membahas mengenai nusyuz dalam fikih gender menurut penafsiran Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar dan implikasinya terhadap penerapan hukum perkawinan di Indonesia. Dilatarbelakangi oleh nusyuz yang dilakukan oleh perempuan seringkali diselesaikan dengan adanya kekerasan. Didalam Islam juga menjunjung tinggi martabat seorang perempuan. Hal ini tidak sejalan dengan nusyuz yang diselesaikan dengan tindak kekerasan yang menyebabkan ketimpangan dalam rumah tangga. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui penafsiran akan nusyuz dalam fikih gender menurut Buya Hamka dalam tafsir Al-Azhar dan implikasinya terhadap penerapan hukum perkawinan di Indonesia. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif, dengan menggunakan pendekatan tafsir. Hasil penelitian dalam pembahasan bahwa nusyuz menurut Buya Hamka adalah keadaan dimana suami atau istri yang meninggalkan kewajibannya dalam bersuami-istri sehingga menimbulkan ketegangan dalam rumah tangganya. Kemudian Buya Hamka menafsirkan nusyuz yang ketika dihubungkan dengan fikih gender, maka penafsiran itu akan terjadi bias gender karena terjadi ketimpangan sosial yang dapat merugikan pihak perempuan. Dalam Tafsir Al-Azhar, Buya Hamka memberikan solusi terhadap istri yang nusyuz, yaitu memberikan nasehat, memisahkan diri dari tempat tidur, dan memberikan pukulan yang tidak menyakitkan. Sedangkan aturan nusyuz yang terdapat dalam Kompilasi Hukum Islam dinilai koheran dengan substansi nusyuz yang terdapat dalam Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan yang telah dijadikan sebagai landasan dalam Hukum Perkawinan.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/45765
    Collections
    • Master of Islamic Studies [1815]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV