• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Lecturers And Researchers
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Department of Architecture
    • SAKAPARI (Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia)
    • SAKAPARI 2020 #SERIES 7
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Lecturers And Researchers
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Department of Architecture
    • SAKAPARI (Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia)
    • SAKAPARI 2020 #SERIES 7
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Kajian Pemanfaatan Jalan Gang Sebagai Ruang Belajar Daring Selama Pandemi Covid-19 Di Bintaran Kidul, Kota Yogyakarta

    Thumbnail
    View/Open
    PROSIDING SAKAPARI 7_17.pdf (1.016Mb)
    Date
    2021-02-20
    Author
    Arsli Muzady, Fidzin
    Kunto Wibisono, Tony
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Sebuah gang sempit di permukiman padat Bintaran Kidul yang mulanya hanya sebagai tempat untuk berlalu lalang kendaraan maupun pejalan kaki, kini fungsinya bergeser menjadi tempat untuk belajar daring 'work from home' bagi siswa sekolah selama pandemi Covid-19. Para siswa memenuhi badan jalan gang dan teras rumah warga sebagai tempat untuk melakukan pembelajaran selama waktu pembelajaran daring. Selain membawa gadget dan buku sekolah untuk belajar, para siswa juga membawa alas tikar, meja, dan kursi yang digunakan sebagai kelengkapan belajar daring. Fenomena ini terjadi lantaran disebabkan adanya wi-fi yang disediakan oleh Layanan Internet Masyarakat (LIMAS) di gang tersebut yang dapat diakses untuk belajar daring dengan biaya yang lebih ekonomis dibanding dengan menggunakan kuota internet. Warga menganggap jalan gang sebagai lahan miliknya, penyebabnya yakni dikarenakan budaya bermukim warga di permukiman Bintaran Kidul masih dipengaruhi oleh nilai-nilai tradisional karena masih diwarnai oleh perasaan senasib sepenanggungan dalam kehidupan bertetangga. Hal ini dikarenakan warganya mayoritas berpenghasilan rendah. Sehingga sikap warga terpengaruh dalam memandang dan menggunakan ruang jalan. Hal ini lambat laun akan menyebabkan penumpukan aktivitas yang dapat menimbulkan permasalahan yang lain. Untuk itu perlu dilakukan konsensus bersama untuk lebih mementingkan fungsi publik seperti yang seharusnya
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/43599
    Collections
    • SAKAPARI 2020 #SERIES 7 [79]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV