• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Lecturers And Researchers
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Department of Architecture
    • SAKAPARI (Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia)
    • SAKAPARI 2020 #SERIES 6
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Lecturers And Researchers
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Department of Architecture
    • SAKAPARI (Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia)
    • SAKAPARI 2020 #SERIES 6
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Pasar Badung, Denpasar, Bali Jelang Era Kenormalan Baru

    Thumbnail
    View/Open
    PROSIDING SAKAPARI 6_7.pdf (1.455Mb)
    Date
    2020-11-30
    Author
    Widiastuti, Widiastuti
    Alam Paturusi, Syamsul
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Pasar adalah salah satu pilar ekonomi masyarakat. Dari pasar distribusi barang kebutuhan sehari-hari dilakukan oleh pedagang dan pembeli yang difasilitasi oleh pengelola. Begitu pentingnya pasar dalam kehidupan kota, maka pasar sering menjadi pusat keramaian kota. Pada masa pandemi, kondisi seperti ini menciptakan pasar sebagai klaster penyebaran virus di Indonesia. Sehingga pasar menjadi sepi yang mengakibatkan perekonomian nasional menurun. Untuk menggairahkan perekonomian, Presiden Jokowi pada 26 Mei 2020 melontarkan ide untuk mempersiapkan tatanan kehidupan baru yang dirasakan efektif untuk membuat masyarakat tetap produktif sekaligus tetap aman dari virus corona. Permasalahnnya adalah bagaimana pengelola pasar menindaklanjuti kebijakan presiden tersebut? Penelitian ini mengekplorasi tindakan pengelola Pasar Tradisional Badung, Denpasar, Bali dalam menyambut era kenormalan baru tersebut dan serta mengamati bagaimana perilaku pedagang dan pembeli dalam pasar selama kebijakan tersebut. Penelitian ini menggunakan metoda kualitatif dengan pendekatan kasus. Hasilnya adalah bahwa pengelola pasar telah melakukan langkah-langkah terstruktur dengan penyediaan tempat cuci tangan, memberi pembatas transparan antara pedagang dan pembeli, memberi jarak antrian. Namun perilaku pedagang yang meletakkan barang dagannya melebihi ruang yang disediakan, serta perilaku pembeli yang cenderung tetap berkerumun di titik tertentu menjadikan hambatan usaha tersebut.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/43581
    Collections
    • SAKAPARI 2020 #SERIES 6 [37]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV