• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Lecturers And Researchers
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Department of Architecture
    • SAKAPARI (Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia)
    • SAKAPARI 2022 #SERIES 10
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Lecturers And Researchers
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Department of Architecture
    • SAKAPARI (Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia)
    • SAKAPARI 2022 #SERIES 10
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    ANALISIS KEKUATAN TARIK SAMBUNGAN LAS PIPA “V2 DAN V3” MATERIAL BESI PADA HUNIAN SEMENTARA MODULAR BAMBU SEGITIGA

    Thumbnail
    View/Open
    PROSIDING SAKAPARI 10_35.pdf (707.3Kb)
    Date
    2022-08-27
    Author
    Widihantoro, Rengkuh Ridha
    Prihatmaji, Yulianto Purwono
    Maghzaya, Abdul Robbi
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Bencana merupakan suatu peristiwa yang mengancam/mengganggu kehidupan masyarakat yang tentunya tidak kita inginkan. Bencana alam yang cukup sering terjadi di Indonesia salah satunya adalah gempa.Dengan begitu, dibutuhkan hunian sementara (huntara) pasca bencana yang kuat terhadap kondisi tersebut untuk mengantisipasi gempa susulan yang perlu didesain dengan penuh perhitungan yang matang agar dapat bertahan pada kondisi yang tidak diinginkan tersebut. Penelitian ini berfokus kepada rancangan desain hunian sementara (huntara) untuk penanganan pasca bencana yang dipersiapkan untuk mengantisipasi gempa susulan. Pembuatan hunian sementara dengan material bambu dipilih sebagai material utama yang tidak diragukan akan kuat lentur, kuat tekan, dan kuat tarik. Oleh karena itu digunakan metode pengujian secara horizontal untuk menguji ketahanan modul terhadap gaya lateral sebagai simulasi dari gempa bumi. Pengujian berfokus kepada 2 jenis sambungan pada modul selanjutnya diuji dengan menarik sambungan dibantu alat bantu katrol kemudian dihubungkan ke beban. Pengujian kekuatan sambungan mengalami pergeseran/ deformasi secara berkala dari beban 7,9 Kg sampai 53 Kg. Sedangkan pergeseran/ deformasi terbesar terjadi pada penambahan beban maksimal 57,55 Kg. Perbaikan pada desain kedepannya akan dilakukan dengan mempertebal pipa besi yang digunakan dan memperigid bambu yang digunakan sebagai modul.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/43571
    Collections
    • SAKAPARI 2022 #SERIES 10 [38]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV