• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Lecturers And Researchers
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Department of Architecture
    • SAKAPARI (Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia)
    • SAKAPARI 2022 #SERIES 10
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Lecturers And Researchers
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Department of Architecture
    • SAKAPARI (Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia)
    • SAKAPARI 2022 #SERIES 10
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    KAJIAN ARSITEKTUR FEMINISME PADA WOMAN BOARDING SCHOOL

    Thumbnail
    View/Open
    PROSIDING SAKAPARI 10_15.pdf (642.4Kb)
    Date
    2022-08-27
    Author
    Ningrum, Alya Annisa
    Nugroho, Agung Cahyo
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Isu pendidikan untuk perempuan pernah kontroversial di Indonesia pada abad ke-20, dimana perempuan dilarang disejajarkan dengan pria dalam hal pendidikan. Ini menjadikan Woman Boarding School sebagai sarana pendidikan yang tepat untuk perempuan. Karena bertujuan agar perempuan mendapatkan pendidikan yang layak dan lebih fokus mencetak generasi yang berkualitas. Arsitektur Feminisme membantu mencapai tujuan Woman Boarding School, karena dikutip dari jurnal Nadhifa Meidwivita dkk (2021) menurut Amelinda (2011) terdapat beberapa karakteristik prinsip Asitektur Feminisme yang harus dipenuhi agar menghasilkan rancangan desain yang elegan, serta memperhatikan kebutuhan ruang perempuan. Metode penelitian yang digunakan adalah skoring objek penelitian dalam bentuk studi preseden berdasarkan variabel karateristik prinsip Arsitektur Feminisme yang ada. Hasil penelitian ini mendapatkan penerapan skala prioritas karakteristik prinsip Arsitektur Feminisme pada bangunan Woman Boarding School. Pertama mengadakan pembatasan ruang yang jelas antara zona privat dan publik. Kedua, menggunakan bidang lengkung pada bentukan fasadnya. Ketiga, melibatkan suatu sifat wanita pada ornamen bangunan. Keempat, menggunakan warna dengan tone muda. Kelima, memiliki elemen point of interest. Keenam, penataan ruang luar yang hijau dan pengaplikasian material alami. Dan rekomendasi penelitian ini adalah memperbanyak studi preseden serta melakukan observasi langsung ke bangunan terkait sehingga dapat mengetahui secara langsung bagaimana desain ruang yang baik pada bangunan Woman Boarding School.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/43557
    Collections
    • SAKAPARI 2022 #SERIES 10 [38]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV