• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Lecturers And Researchers
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Department of Architecture
    • SAKAPARI (Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia)
    • SAKAPARI 2022 #SERIES 9
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Lecturers And Researchers
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Department of Architecture
    • SAKAPARI (Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia)
    • SAKAPARI 2022 #SERIES 9
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    INOVASI KONFIGURASI ECOBRICK ZIG-ZAG SEBAGAI DINDING UNTUK MENINGKATKAN KENYAMANAN PENCAHAYAAN PADA SANGKRING ART SPACE YOGYAKARTA

    Thumbnail
    View/Open
    PROSIDING SAKAPARI 9_33.pdf (1017.Kb)
    Date
    2022-03-05
    Author
    Rachmat, Karina
    Sugini
    Chairunnisa, Bellinda
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Dua isu dominan dalam keberlanjutan adalah sampah dan krisis energi. Khususnya di Indonesia, isu tentang sampah termasuk limbah botol plastik minuman dan efisiensi energi pencahayaan menjadi topik yang penting untuk diangkat. Riset dalam paper ini bertujuan untuk memanfaatkan sampah anorganik dengan konfigurasi tertentu menggunakan metode ecobrick zig-zag agar sehingga dapat meningkatkan kenyamanan pencahayaan pada museum Sangkring Art Space Yogyakarta. Metoda pengembangan desain dilakukan dengan observasi untuk mengumpulkan data. Kemudian, menemukan variabel permasalahan dan membuat 3D model untuk dapat menguji kinerja eksisting dengan software Velux Daylight Visualizer 3. Setelah itu, membuat tiga buah alternatif konfigurasi desain dan melakukan simulasi uji kinerja bangunan pada teknologi ecobrick zig-zag. Lalu yang terakhir, menentukan satu desain final dari tiga alternatif yang sudah dibuat berdasarkan nilai yang memenuhi standard. Indikator yang digunakan adalah ilumination (kuat penerangan) dan kontras. Pada pengujian 3 alternatif konfigurasi teknologi, hasilnya alternatif konfigurasi ke-3 yang dipilih karena iluminasi sudah mencapai standar SNI ruang museum dan memiliki kontras terendah di antara ketiganya. Dengan demikian, permasalahan kenyamanan pencahayaan pada bangunan Sangkring Art Space Yogyakarta dapat teratasi dengan mengganti dinding kaca sumber masuknya cahaya dengan implementasi konfigurasi ecobrick zig-zag.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/43203
    Collections
    • SAKAPARI 2022 #SERIES 9 [44]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV