• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Lecturers And Researchers
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Department of Architecture
    • SAKAPARI (Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia)
    • SAKAPARI 2016 #SERIES 1
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Lecturers And Researchers
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Department of Architecture
    • SAKAPARI (Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia)
    • SAKAPARI 2016 #SERIES 1
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    STUDI KOMPARASI ARSITEKTUR TUMPANGSARI JOGLO BRAYUT DAN KERATON KASEPUHAN CIREBON

    Thumbnail
    View/Open
    PROSIDING SAKAPARI 1_32.pdf (927.3Kb)
    Date
    2016-07-23
    Author
    Chairunnisa, Dida Laily
    Azzura, Nadya Putri
    Singadilaga, Arjuna
    Khammimudin
    Sholihah, Arif Budi
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Studi ini bertujuan untuk membandingkan bentuk-bentuk tumpang sari pada rumah joglo bangsawan dan rumah joglo rakyat biasa. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui perbedaan-perbedaan yang terdapat pada tumpangsari rumah joglo rakyat biasa dan tumpangsari rumah joglo bangsawan. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah observasi dan studi literatur. Studi literatur yang kami lakukan adalah untuk memperkuat data-data yang kami peroleh dari observasi obyek secara langsun sehingga diperoleh data yang valid. Tumpangsari pada Joglo Bangsawan memiliki detail ornamen yang lebih kuat dan terlihat megah. Dapat dilihat dari lembaran emas yang ditempelkan di setiap tumpangsari yang bertingkat tujuh tersebut. Bagian umpaknya pun diberi ragam hias yang memberi kesan megah tersendiri bila dibandingkan dengan rumah joglo rakyat biasa. Tumpangsari pada rumah joglo Brayut lebih terbilang sederhana. Darii tipe joglonya, joglo ini masuk ke tipe rumah joglo rakyat biasa sehingga mempengaruhi bentuk arsitektural tumpangsari itu sendiri, mulai dari umpak, soko guru, hingga tumpukan tumpangsarinya. Tumpangsari ini berbeda dengan tumpangsari yang ada pada Balai Jinem Pangrawit di Keraton Kasepuhan Cirebon. Tumpukannya berjumlah 4, dan umpaknya berukuran lebih kecil serta lebih sederhana. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan kasta antara kedua bangunan tersebut.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/43069
    Collections
    • SAKAPARI 2016 #SERIES 1 [40]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV