• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Lecturers And Researchers
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Department of Architecture
    • SAKAPARI (Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia)
    • SAKAPARI 2019 #SERIES 4
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Lecturers And Researchers
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Department of Architecture
    • SAKAPARI (Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia)
    • SAKAPARI 2019 #SERIES 4
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    KAJIAN ARSITEKTUR SASANA MULYA DAN MASJID AGUNG SURAKARTA DENGAN PENDEKATAN KOMPARATIF

    Thumbnail
    View/Open
    PROSIDING SAKAPARI 4_44.pdf (386.4Kb)
    Date
    2019-07-27
    Author
    Rona, Zakiyya
    Ramadhani, Pawiloy
    Sabila, Nadhifa
    Santosa, Revianto Budi
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Pendapa merupakan bagian dari arsitektur tradisional di Surakarta, khususnya pada area Kraton Kasunanan Surakarta yang berfungsi sebagai rumah bagian muka atau terkadang ada beberapa Pendapa yang berdiri sendiri tanpa diikuti oleh bangunan lain. Pendapa sebagai bagian dari sebuah rumah tradisional Jawa mempunyai arti penting, selain karena letaknya yang terdapat pada bagian paling depan dari sebuah rumah tinggal, fungsi sebuah pendapa adalah tempat untuk bersosialisasi dengan keluarga, kerabat maupun tetangga, demikian juga sebuah pendapa tidak hanya sekedar sebuah tempat tetapi mempunyai makna yang lebih dalam yakni mengaktualisasi satu bentuk kerukunan antara si penghuni dengan masyarakat sekitarnya/kerabatnya. Kajian ini dilakukan dengan tujuan membandingkan komponen-komponen arsitektur dari Sasana Mulya dan Masjid Agung Surakarta. Alasan pengambilan sampel Sasana Mulya dan Masjid Agung Surakarta yaitu karena kedua bangunan ini memiliki tipologi dasar bangunan yang sama yaitu pendapa, akan tetapi kedua bangunan tersebut juga memiliki sejumlah perbedaan. Kajian ini dilakukan secara komparatif dengan membandingkan bentuk dasar, elemen-elemen penyusun, komposisi (susunan) dan ornamentasi dari kedua bangunan tersebut. Hasil dari kajian yang diperoleh yaitu terdapat perbedaan yang timbul pada kedua bangunan tersebut karena adanya pengaruh arsitektur tradisional dan arsitektur klasik. Arsitektur tradisional timbul karena berasal dari daerah lokal di Jawa tepatnya di Surakarta, sedangkan arsitektur klasik timbul karena pada masa lalu Surakarta pernah dijajah oleh Belanda.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/43048
    Collections
    • SAKAPARI 2019 #SERIES 4 [50]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV