• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Lecturers And Researchers
    • Faculty of Engineering Design Innovation
    • Department of Architecture
    • SAKAPARI (Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia)
    • SAKAPARI 2016 #SERIES 1
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Lecturers And Researchers
    • Faculty of Engineering Design Innovation
    • Department of Architecture
    • SAKAPARI (Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia)
    • SAKAPARI 2016 #SERIES 1
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    AKULTURASI DESA TENGANAN: Kebudayaan Arsitektur Lama Untuk Kelangsungan Masa Depan

    Thumbnail
    View/Open
    PROSIDING SAKAPARI 1_30.pdf (783.5Kb)
    Date
    2016-07-23
    Author
    Maghfira, Debby
    Pradipto, Angger
    Hayyu, Reza
    Farhandika, M
    Ariestiarini, Aulia
    I, M Fikri H, Rizaldi
    Izzah, Immamul
    Ikhsan, Alfadio
    Baihaki, Akhmad
    Liswhanda, Heruwaldi
    Pratikno, Priyo
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Desa Tenganan adalah sebuah desa tradisional di Bali. Pola desanya terbangun secara linear yang terdiri atas enam deret dipisahkan oleh tiga jalan atau awangan. Bentuk, dimensi bangunan dan pekarangan, pengaturan letak bangunan mengikuti aturan adat yang secara turun temurun dipertahankan. Semua tradisi masih hidup dan berkembang dalam tatanan adat dan awig-awig desa yang merefleksikan adanya keharmonisan hubungan manusia dan Tuhan. Perkembangan selanjutnya dipengaruhi pariwisata sebagai faktor dominan dalam mengubah arsitektur rumah adat Tenganan. Proses pembangunannya masih tetap memperhatikan upacara yang lebih sederhana. Pembangunan baru cenderung terjadinya modifikasi dari langgam-estetika klasik Tenganan menuju langgam-estetika “kota besar”. Pengamatan lapangan merupakan upaya untuk menjelaskan terjadinya perubahan melalui penjelasan secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan data yang ditemukan maka perubahan arsitektur rumah tinggal dan desa di Tenganan masih mampu memberikan sebuah atraksi wisata sehingga menambah nilai lebih bagi kegiatan wisata. Fasade beberapa bangunan dalam pekarangan khususnya bangunan profan cenderung berpola tertutup, namun justru memberikan peluang untuk kunjungan para pendatang untuk melakukan transaksi komoditas kerajinan kriya.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/42961
    Collections
    • SAKAPARI 2016 #SERIES 1 [40]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV