• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Lecturers And Researchers
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Department of Architecture
    • SAKAPARI (Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia)
    • SAKAPARI 2019 #SERIES 4
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Lecturers And Researchers
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Department of Architecture
    • SAKAPARI (Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia)
    • SAKAPARI 2019 #SERIES 4
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    KAJIAN ELEMEN URBAN DESIGN DI KAWASAN TAMAN GAJAH BANDARLAMPUNG

    Thumbnail
    View/Open
    PROSIDING SAKAPARI 4_20.pdf (597.8Kb)
    Date
    2019-07-27
    Author
    Rusmiati, Fadhilah
    Meriska, Desti
    Safitri, Adeliya
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Pengembangan Kawasan Taman Gajah di pusat Kota Bandarlampung pada tahun 2017 merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mengangkat nilai budaya, pendidikan dan pariwisata melalui pemenuhan ruang publik dan penataan kawasan perkotaan. Ketidaktersediaan alun-alun atau taman kota mendorong pemerintah untuk menciptakan ruang publik baru sekaligus menjadi landmark Kota Bandarlampung. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi implementasi elemen urban design yang mengangkat kearifan lokal dan memberikan masukan bagi pemerintah untuk meningkatkan peran dan elemen pendukung ruang terbuka publik yang selaras dengan penataan bangunan berornamen Lampung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan identifikasi penerapan elemen urban design di Kawasan Taman Gajah. Pengembangan Kawasan Taman Gajah secara fungsional cukup memberikan ruang baru bagi masyarakat untuk melakukan aktivitas sosial, sehingga dapat dikatakan cukup mampu menggantikan peran alun-alun sebagai landmark kawasan Kota Bandarlampung. Elemen urban design yang ada dikawasan ini hanya memenuhi pada elemen ruang terbuka, pedestrian, activity support dan signage. Berdasarkan hasil penelitian, perlu dilakukan penataan ulang pada sarana parkir, penataan kawasan kuliner, preservasi bangunan lama (GOR Saburai dan Rumah Daswati) serta penyediaan tanaman peneduh. Untuk penataan bangunan komersil bangunan perkantoran masih belum teratur dari segi keseimbangan massa bangunan dan facade bangunan sehingga implementasi kebijakan arsitektur bangunan gedung berornamen Lampung masih perlu ditingkatkan.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/42903
    Collections
    • SAKAPARI 2019 #SERIES 4 [50]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV