• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Lecturers And Researchers
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Department of Architecture
    • SAKAPARI (Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia)
    • SAKAPARI 2019 #SERIES 3
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Lecturers And Researchers
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Department of Architecture
    • SAKAPARI (Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia)
    • SAKAPARI 2019 #SERIES 3
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    PENGARUH SUDUT JATUH SINAR MATAHARI TERHADAP KENYAMANAN TERMAL RUMAH SUSUN DI YOGYAKARTA (STUDI KASUS RUMAH SUSUN DABAG YOGYAKARTA)

    Thumbnail
    View/Open
    PROSIDING SAKAPARI 3_17.pdf (1.112Mb)
    Date
    2019-01-31
    Author
    Ranusman, Lalu Muhamad Gantara
    Handoyotomo, Handoyotomo
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Rusunawa Dabag merupakan satu dari empat unit rusunawa lainnya dari Rusunawa Sleman yang dimiliki oleh Pemda kabupaten Sleman.Terdiri dari 7 (tujuh) gedung (tower) yang dibangun secara bertahap. Rusunawa ini terletak di Jalan Nologaten, Kec. Depok, Condongcatur, Sleman, Dabag, Condongcatur, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.Penelitian ini dilakukan untuk membuat evaluasi pasca huni(indicative level) performa bangunan dari segi termal Rumah Susun Dabag Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan studi pustaka, pengumpulan data melalui data gambar bangunan eksisting serta pengamatan bangunan yang menghasilkan data fisik meliputi lokasi, tata letak bangunan, tata ruang, serta, ; pengamatan latar belakang lingkungan yang menghasilkan data non-fisik mencakup perkembangan lingkungan Rumah Susun, pengelolaan Rumah Susun, serta perilaku pengguna. Hasil analisis mengungkapkan bahwa suhu termal di unit hunian Rusunawa Dabag tidak sesuai dengan standar SNI 6390 : 2011. Standar suhu termal berkisar antara 24-27°C sedangkan suhu di unit Rusunawa Dabag berkisar 29 – 33 °C. Hasil pengolahan data membuktikan bahwa perbedaan orientasi unit bangunan pada Rusunawa Dabag berpengaruh terhadap suhu termal secara cukup signifikan. Adapun perbedaan suhu termal hanya sedikit. Unit yang berorientasi ke Utara memiliki suhu terendah dan unit yang berorientasi ke Barat memiliki suhu tertinggi.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/42879
    Collections
    • SAKAPARI 2019 #SERIES 3 [47]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV