• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Lecturers And Researchers
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Department of Architecture
    • SAKAPARI (Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia)
    • SAKAPARI 2019 #SERIES 3
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Lecturers And Researchers
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Department of Architecture
    • SAKAPARI (Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia)
    • SAKAPARI 2019 #SERIES 3
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    STUDI KOMPARASI APLIKASI PRINSIP ARSITEKTUR VERNAKULAR BUGIS DI KAWASAN DARATAN DAN PESISIR

    Thumbnail
    View/Open
    PROSIDING SAKAPARI 3_13.pdf (1.662Mb)
    Date
    2019-01-31
    Author
    Arham, Agil Artyatma
    Mufida, Etik
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Suku Bugis terkenal dengan legenda La Galigo yang mempengaruhi filosofi rumah adat Bugis mereka. Bangunan yang dikonstruksi secara vernakular tersebut kaya akan budaya dan kepercayaan masyarakat, yang tercerminkan pada ornamen-ornamen yang menghiasi rumah tersebut. Selain itu suku ini dikenal sebagai masyarakat pelaut yang telah menjelajahi hampir seluruh kepulauan Indonesia. Akhirnya banyak ditemukan permukiman-permukiman di sepanjang garis pantai baik di Indonesia maupun mancanegara. Jadi, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penerapan arsitektur vernakular Bugis yang didirikan di daratan dan di pesisir. Sampel penelitian dengan konteks arsitektur Bugis di daratan diambil dari jurnal penelitian yang sudah pernah dilakukakan di Sulawesi Selatan. Sedangkan konteks arsitektur Bugis di pesisir diambil dari data survey lapangan di Baru Tengah, Balikpapan dan 2 penelitian yang pernah dilakukan di Margasari, Balikpapan, dan di Kamal Muara, Jakarta. Pengumpulan data dilakukan dengan memilih 2 sampel rumah yang mewakili kawasan pesisir di Baru Tengah, serta wawancara dari tenaga ahli dari kawasan tersebut. Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif, yaitu menyajikan data visual dengan deskripsi pendukung. Data komparasi mengenai konteks daratan dan pesisir akan disajikan dengan tabel sesuai dengan kriteria arsitektur vernakular menurut para ahli dan metode penelitian. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa faktor pembeda utama arsitektur Bugis pada kedua lokasi, yaitu kondisi sosial budaya dan kondisi fisik lingkungan. Sehingga 2 faktor tersebut mempengaruhi teknologi dan tahapan pembangunan di kawasan daratan dan pesisir.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/42870
    Collections
    • SAKAPARI 2019 #SERIES 3 [47]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV