Show simple item record

dc.contributor.authorAPRILLIA RAHMATIKA
dc.date.accessioned2023-03-06T04:15:02Z
dc.date.available2023-03-06T04:15:02Z
dc.date.issued2023-01-12
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/42589
dc.description.abstractIndonesia merupakan salah satu penghasil kakao terbesar di dunia dengan produksi mencapai 713.378 ton (BPS, 2020). Salah satu wilayah penghasil kakao ada di Jawa Timur adalah Pacitan sebanyak 2.254 ton tiap bulan dalam sepuluh tahun terakhir (BPS). Melaui Dinas Perkebunan dan Kehutanan (Dishutbun) Kabupaten Pacitan, pengembangan kakao bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas kakao sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan petani kakao di Kabupaten Pacitan. Petani kakao dikembangkan guna meningkatkan produktivitas kakao untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan produktivitas kakao di Jatim, khususnya di Pacitan, dalam bentuk rehabilitasi, dan intensifikasi kakao (Kepala Dishutbun Pacitan). Pemprov Jatim mulai tahun 2006 melaksanakan pengembangan terhadap lahan kakao seluas 400 Ha di Pacitan. Selain itu, hasil potensi tersebut diimbangi dengan kebutuhan akan permintaan pasar mengenai hasil olahan produk coklat yang meningkat 7% di Jawa Timur (Pemprov, 2019). Oleh karena itu, tujuan rancangan ini bisa memfasilitasi dan mewadahi kegiatan tersebut yang dikemas secara rekreatif dalam arsitektur agar pengunjung atau wisatawan lokal maupun inter lokal.en_US
dc.publisherUNIVERSITAS ISLAM INDONESIAen_US
dc.titlePerancangan Chocolate Factory Di Pacitan Dengan Pendekatan Pengalaman Ruang Rekreatifen_US
dc.Identifier.NIM18512172


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record