• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • New Submissions
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • New Submissions
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Eksekusi Putusan No. 875/Pdt.G/2020/Pa.Smn Tentang Pelaksanaan Pemberian Nafkah Pasca Perceraian

    Thumbnail
    View/Open
    17421112.pdf (2.456Mb)
    Date
    2022-08-03
    Author
    MEI WULANDARI, 17421112
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Perceraian merupakan perpisahan antara pasangan suami istri, dalam kehidupan rumah tangga pasangan suami istri tidak selamanya berjalan mulus terdapat permasalahan yang menimbulkan perselisihan dan pertengkaran yang berujung perceraian. Perceraian bisa berasal dari dua belah pihak yaitu dari talak (suami) maupun gugatan dari istri (cerai gugat), ketika putusan perceraian telah disahkan oleh Pengadilan Agama terdapat akibat hukum yang harus dilaksanakan oleh mantan suami dalam memberikan nafkah pasca perceraian. Namun yang terjadi pihak mantan suami belum melaksanakan pembayaran nafkah pasca perceraian sebagaimana mestinya. Oleh karena itu, penulis ingin mengetahui pelaksanaan pemberian nafkah pasca perceraian pada perkara No. 875/Pdt.G/2020/PA.Smn dan ingin mengetahui siapa yang berwenang untuk memaksa melaksanakan putusan pemberian nafkah pasca perceraian ketika tidak berjalan semestinya. Pada skripsi ini menggunakan jenis penelitian pustaka (library research) dengan pendekatan yuridis normatif. Sumber yang digunakan data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan menggunakan metode wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pemberian nafkah dalam putusan tersebut hakim secara ex officio menghukum mantan suami untuk memberi nafkah iddah dan nafkah mut’ah. Namun tidak berjalan sebagaimana mestinya, akibat hukum dari tidak dilaksanakannya putusan tersebut menimbulkan kerugian bagi pihak istri dan yang bisa dilakukan untuk mendapatkan haknya ialah dengan cara mengajukan permohonan eksekusi.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/40154
    Collections
    • New Submissions [151]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV