Revitalisasi Bangunan Stasiun Demak sebagai Taman Budaya Demak
Abstract
Bangunan, layaknya sebuah individu, juga dapat bercerita hanyak tentang
masa-masa yang dilaluimya. Tidak secara verbal, namun melalui sejarah dan arsitekturnya.
Bangunan Stasiun Demak memang tidak memiliki sejarah yang besar, keberadaannya begitu
kecil jika dibanding dengan sejarah Perkereta apian di Indonesia. Namun, keberadaan
bangunan ini, dan kegiatan yang pernah terjadi di dalamnya memiliki arti yang begitu besar
bagi kawasan yang ada dlsekitarnya, bagi Kota Demak pada umumnya. Adanya bangunan
inilah yang menyebabkan kawasan ini disebut kampung Stasiun.
Kegiatan revitalisasi atau menghidupkan kembali bangunan Stasiun Demak tidak
dapat terlepas dari kegiatan konservasi. Melalui kegiatan konservasi ini, perencanaan dan
perancangan bangunan Stasiun Demak dengan fungsi baru sebagai Taman Budaya Demak
berawal Taman Budaya Demak merupakan sebuah fasilitas sebagai pusat pembelajaran, dan
pengembangan kebuadayaan yang Berkembang di Demak. Memasukkan sebuah fungsi baru
ke dalam bangunan yang hendak dilestarikan harus mengikuti beberapa kaidah - kaidah
perlakuan tertentu terhadap bangunan, yaitu peraturan konservasi bangunan.
Dalam penulisan tugas akhir ini, konsep perancangan ditekankan pada integrasi
atau memadukan fungsi sebagai Taman Budaya ke dalam Bangunan yang semula adalah
Terminal Kereta Api. Integrasi fungsi ini menjadi sangat kompleks saat bangunan merupakan
bangunan yang memiliki nilai tinggi. Perlakuan terhadap bangunan menjadi sangat spesifik
dan mengikat, namun menjadikan nilai dan fungsi bangunan menjadi lebifi kaya.
Oleh karena itu, integrasi fungsi sebagai Taman Budaya Demak ini diharapkgn
dapat menghidupkan ^kembali nafas dari bangunan Stasiun Demak dan meningkatkan kembali nilai bangunan ini terhadap terhadap kawasannya.
Collections
- Architecture [3993]
