Show simple item record

dc.contributor.advisorSholeh Ma’mun, S.T., M.T., Ph.D.
dc.contributor.advisorAchmad Chafidz Mas Sahid, S.T., M.Sc.
dc.contributor.authorELITA PRAMARTA BRUILIANT
dc.contributor.authorAULIA DIAN ANGGRAENI
dc.date.accessioned2022-09-09T02:05:17Z
dc.date.available2022-09-09T02:05:17Z
dc.date.issued2022-05
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/39132
dc.description.abstractPabrik Urea yang diproduksi menggunakan bahan baku ammonia dan karbon dioksida dirancang dengan menggunakan proses Mitsui Toatsu Recycle yang akan berdiri dengan kapasitas 220.000 ton/tahun dengan menggunakan bahan baku Ammonia sebanyak 55.018,897 ton/tahun dan Karbondioksida sebanyak 152.618,336 ton/tahun. Pabrik urea direncanakan didirikan di daerah Sulawesi Tengah, di atas tanah seluas 82335 m . Pabrik beroperasi selama 330 hari dalam 1 tahun. Proses dilakukan dengan menggunakan reactor Continous Stiring Reactor Tank (Reaktor RATB) dengan kondisi operasi 130°C dengan tekanan 25 atm dengan 2 reaksi utama dan 1 reaksi samping, dimana reaksi 1 berlangsung secara Eksotermis dan reaksi 2 berlangsung secara Endotermis dengan konversi yang digunakan sesuai dengan ketentuan proses yang dipakai yaitu sebesar 75%. Proses dekomposisi yang terjadi di Menara Distilasi adalah proses mendekomposisikan Ammonium Karbamat menjadi NH3 dan CO2 dengan kondisi operasi sesuai dengan jurnal yang ada yaitu dengan tekanan 20 atm dimana produk distilat dialirkan menuju ke Absorber dan produk bawah dialirkan menuju Prilling Tower untuk proses pembutiran urea dengan cara penyemprotan udara panas ke dalam Prilling Tower. Di dalam Absorber terjadi proses pembentukan kembali Ammonium Karbamat dari proses reaksi NH3 dan CO2 dimana kondisi operasi dalam Absorber yaitu dengan suhu 40°C dengan tekanan 30 atm. Dalam menunjang proses produksinya, diperlukan air untuk proses utilitas sebanyak 731.590 kg/jam dan 301.981,567 kW listrik yang disediakan oleh PLN. Berdasarkan analisis ekonomi terhadap pabrik ini menunjukkan Percent Return On Investment (ROI) sebelum pajak 38,14% dan setelah pajak 30,51%. Pay Out Time (POT) sebelum pajak selama 2,3 tahun dan setelah 2,5 tahun. Break Even Point (BEP) sebesar 49,45% dan Shut Down Point (SDP) sebesar 36,20%. Discounted Cash Flow Rate (DCF) terhitung sebesar 9,85%. Dari data analisis kelayakan di atas disimpulkan bahwa pabrik ini menguntungkan dan layak didirikan. 2en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectAmmoniaen_US
dc.subjectKarbondioksidaen_US
dc.subjectUreaen_US
dc.subjectMitsui Toatsu Recycleen_US
dc.titlePra Rancangan Pabrik Urea Dari Ammonia Dan Karbon Dioksida Dengan Proses Mitsui Toatsu Recycle Kapasitas 220.000 Ton/Tahunen_US
dc.Identifier.NIM17521103
dc.Identifier.NIM17521106


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record