Show simple item record

dc.contributor.advisorDewi Wulandari, S.Hut., M.Agr., Ph.D.
dc.contributor.advisorDr.-Ing. Ir. Widodo Brontowiyono, M.Sc.
dc.contributor.authorAS’AD MUBARAK
dc.date.accessioned2022-06-21T04:41:21Z
dc.date.available2022-06-21T04:41:21Z
dc.date.issued2022-02-15
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/37817
dc.description.abstractLahan gambut di Indonesia memiliki luas lahan sebesar 20,6 juta hektar atau 10,8% dari luas wilayah daratan di Indonesia itu sendiri. Lahan gambut berperan penting dalam kegiatan makhluk hidup seperti fungsi hidrologi, produksi, dan ekologi. Dari kegiatan tersebut memicu terjadinya degradasi tanah gambut, dikarenakan sifat dari lahan gambut yang mudah terbakar pada saat memasuki musim kemarau dan mudah mengalami kejenuhan ketika musim hujan. Hal ini mengindikasikan penurunan lapisan atas pada gambut menjadikannya kurang subur, memicu terjadinya tanah gambut terbakar yang tergenang. Penelitian ini bertujuan menganalisis penyerapan logam berat dan fosfat dengan cara restorasi menggunakan tanaman Typha latifolia. Metode pada penelitian ditunjukkan dengan analisis jumlah pelepah pada tanaman, tinggi tanaman, serta parameter pH dan EC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman T. latifolia cukup baik dalam menurunkan konsentrasi logam berat Fe pada air sebesar 6,9 ppm jika dibandingkan dengan tanahnya sebesar 949 ppm. Untuk penyerapan logam berat Fe penyerapan melalui tanaman paling tinggi terjadi di akar sebesar 426,18 ppm sedangkan pada batang sebesar 159,18 ppm. Penyerapan konsentrasi logam berat Mn cukup baik di air sebesar 0,24 ppm jika dibandingkan dengan tanahnya sebesar 15,2 ppm. Untuk penyerapan logam berat Mn penyerapan melalui tanaman paling tinggi terjadi di batang sebesar 451,83 ppm sedangkan pada akar sebesar 132,71 ppm. Penyerapan konsentrasi logam berat Zn cukup baik di air sebesar 0,53 ppm jika dibandingkan dengan tanahnya sebesar 56,3 ppm. Untuk penyerapan logam berat Zn penyerapan melalui tanaman paling tinggi terjadi di akar sebesar 157,33 ppm sedangkan pada batang sebesar 45,6 ppm. Penyerapan fosfat cukup baik di tanah sebesar 56,54 ppm jika dibandingkan dengan air sebesar 33.84 ppm. Penyerapan fosfat pada paling tinggi terjadi batang sebesar 0,143% sedangkan pada akar sebesar 0,121%.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectTanah Gambuten_US
dc.subjectTypha latifoliaen_US
dc.subjectFosfaten_US
dc.subjectLogam Beraten_US
dc.titlePotensi Restorasi Lahan Gambut Dengan Tanaman Typha Latifolia Menggunakan Sistem Wetlanden_US
dc.Identifier.NIM17513113


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record