Show simple item record

dc.contributor.advisorDr. Yulianto P Prihatmaji, IPM IAI
dc.contributor.author12512038 Nurlina Windawati
dc.date.accessioned2021-09-29T07:32:32Z
dc.date.available2021-09-29T07:32:32Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/32861
dc.description.abstractKawasan Malioboro adalah kawasan yang akan dikembangkan menjadi sebuah kawasan Teras Budaya dimana setiap sisi jalan utama dari Malioboro harus ada konsep budaya dan sejarah. Namun, di kawasan ini masih terdapat lost space atau deadspace. Upaya untuk memanfaatkan deadspace ini adalah membangun fasilitas yang menunjang konsep budaya dan sejarah. Metode yang dilakukan adalah melihat secara makro fasilitas budaya yang ada di kota-kota budaya di dunia, seperti Kyoto, Florence, dan Paris dengan fasilitas budaya yang ada di Malioboro. Selain itu, dalam proses perancangan selalu melihat dari sisi makro kawasan terlebih dahulu, baru merancang secara mikro. ArtSpace adalah sebuah fasilitas untuk berbagai macam festival seni di Yogyakarta dan memiliki agenda tahunan yang membuat bangunan ini terbentuk aktivitas yang kontinu, bukan hanya sebagai fasilitas yang hanya aktif pada waktu-waktu tertentu. Artspace harus fleksibel dalam segala hal, termasuk design selubung berupa retractable wall yang dapat digunakan sebagai balkon. Kata kunci: budaya, deadspace, artspace.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectbudayaen_US
dc.subjectdeadspaceen_US
dc.subjectartspaceen_US
dc.titleRuang Seni Di Malioboro Dengan pendekatan Desain Set-Offen_US
dc.Identifier.NIM12512038


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record