| dc.description.abstract | Ledok Tukangan merupakan wilayah permukiman padat yang terletak di bantaran
sungai code. Kampung dengan intensitas penduduk terbesar ke dua di Kota
Yogyakarta tersebut memiliki beragam permasalahan utama terkait dengan
pendidikan khususnya bagi anak anak. Kurangnya masyarakat yang mengenyam
bangu sekolah akibat tingginya kemiskinan hingga upaya mewujudkan fasilitas
pendidikan yang terhalang oleh keterbatasan lahan menjadi hal yang sangat
penting untuk segera dituntaskan.
Dengan adanya potensi tersebut maka perlu untuk mewujudkan mimpi anak anak
demi meningkatkan kualitas hidup mereka dikemudian hari yaitu melalui fasilitas
pendidikan informal berupa taman baca anak. Rancangan taman baca anak
didesain dengan merespon kondisi dan tanggap dengan minimnya lahan,
khususnya di kawasan Kampung Ledok Tukangan. Dengan penerapan metode
insertion rancangan taman baca anak akan hadir didalam kawasan dengan
menyisipkan bangunan baru diarea lahan sisa atau diantara rumah warga sehingga
pada penerapannya tidak perlu untuk merobohkan bangunan yang sudah lama
berdiri. Selain itu konsep fleksibilitas juga diterapkan kedalam fungsi bangunan
berupa furniture yang dapat di lipat dan dibongkar pasang serta penggunaan
material yang aman dan disesuaikan dengan karakter anak.
Hasil dari rancangan taman baca anak berupa modul yang disisipkan diarea
kawasan terpilih di Kampung Ledok Tukangan. Terdapat 6 macam modul yang
masing masing tersebar di 12 area lahan sisa. Modul berupa rancangan dengan
furniture berupa rak dan meja yang dapat bertransformasi dengan penggunaan
material kayu dan besi sehingga mudah dibongkar pasang. Modul tersebut
memiliki fungsi sebagai ruang baca dan ruang multifungsi yang dapat
dimanfaatkan sebagai sarana untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat .
Kata Kunci : Taman Baca, Insertion ,Fleksibilitas, Karakter Anak | en_US |