Show simple item record

dc.contributor.advisorGustrieni Putri, S. IP., M.A
dc.contributor.authorKamila Nur Afiati
dc.date.accessioned2021-08-25T06:32:40Z
dc.date.available2021-08-25T06:32:40Z
dc.date.issued2021-06-08
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/31951
dc.description.abstractJepang terkenal dengan sistem patriarkinya, kehadiran norma kesetaraan gender ditengah-tengah masyarakat Jepang merupakan hal yang bertolak belakang terhadap adat dan kebiasaan masyarakat setempat. masuknya norma kesetaraan gender dalam birokrasi Jepang merupakan usaha dari narasi-narasi Internasional yang dilakukan oleh CEDAW, Kemunculan norma kesetaraan gender pertamakali disosialisasikan oleh CSW sebagai komisi dibawah PBB. Pengadopsian terhadap norma kesetaraan gender diawali dengan adanya gejolak investor asing secara besar-besaran yang mengakibatkan Jepang mengalami “bubble economy”,hal ini yang mengawali Jepang untuk mengadopsi norma kesetaraan gender kedalam kebijakan nasionalnya. Abenomics menjadi solusi dari penanggulangan permasalahan yang ada. Abenomics ( ア ベベノノミ ク ス Abenomikusu) Abenomics memiliki tujuan dalam kebijakan, tujuan tersebut dirangkum menjadi tiga hal atau dalam kebijakan disebut three arrows, tujuan tersebut adalah stimulus fiskal besar-besaran, kemudahan moneter, dan reformasi struktural.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectKesetaraan genderen_US
dc.subjectJepangen_US
dc.subjectCEDAWen_US
dc.subjectCSWen_US
dc.subjectAbenomicsen_US
dc.titlePenerapan Stage of Norms Dalam Implementasi Norma Kesetaraan Gender di Masa Pemerintahan Shinzo Abe (2018-2019)en_US
dc.Identifier.NIM17323035


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record