• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Architecture
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Architecture
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Kawasan Wisata Air Kampung Beting Kotamadya Pontianak Kalimantan Barat: Penekanan pada "Open Space" sebagai Sarana Sosialisasi Masyarakat

    Thumbnail
    View/Open
    01.0 cover.pdf (30.00Kb)
    02 preliminari.pdf (111.6Kb)
    03 daftar isi.pdf (120.0Kb)
    04 abstract.pdf (80.55Kb)
    05.1 bab 1.pdf (711.6Kb)
    05.2 bab 2.pdf (1.127Mb)
    05.3 bab 3.pdf (666.1Kb)
    05.4 bab 4.pdf (1.421Mb)
    06 daftar pustaka.pdf (58.75Kb)
    Date
    1998
    Author
    Ilhamdi, Budi
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Sungai memainkan peranan penting di kota Pontianak bukan saja sebagai prasarana transportasi air, sumber penghasilan nelayan dan sebagai sumber keperluan sehari-hari sebagaian penduduk disekitarnya untuk mandi, cuci dan kakus tetapi juga sebagai objek rekreasi dan pariwisata diantaranya adalah: sebagai tempat rekreasi air dengan menggunakan speed boat ataupun dengan sampan dan sebagai tempat atraksi­atraksi wisata air misalnya kapal tradisional, kegiatan olahraga air, dayung, dll. Kalimantan Barat merupakan daerah tujuan wisata ke-19 dimana kota Pontianak merupakan pintu gerbang dan pusat distribusi wisatawan di Kalimantan Barat. Kota Pontianak dijuluki sebagai kota air, untuk itu pembangunan sektor pariwisata di kota Pontianak dipusatkan di sekitar daerah perairan yaitu di sekitar tepian Sungai Kapuas yang membelah kota Pontianak menjadi tiga bagian. Pontianak sebagai kota yang tumbuh di sekitar tepian sungai, sesungguhnya merupakan tempat yang indah bila dikembangkan dengan baik. Kenyataan menunjukan bahwa objek-objek wisata yang berpotensi berada di tepian sungai, seperti: Masjid Jami', Keraton Kadariyah, Makam Batu Layang dan Tugu Khatulistiwa. Pada umumnya kota yang berorientasi ke arah perairan atau lebih dikenal dengan Waterfront City mempunyai konsep pembangunan kota yaitu dengan penciptaan ruang-ruang terbuka di daerah tepian sungai tersebut. Maka dari itu di sekitar tepian sungai tersebut perlu dibangun suatu kawasan wisata air yang akan mengkoordinir semua objek-objek wisata yang ada di tepian sungai tersebut dan akan menjadi pusat semua kegiatan wisata air yang akan diselenggarakan di sungai serta lebih ditekankan pada ruang terbuka yang nantinya dapat dinikmati masyarakat untuk melihat pemandangan kearah sungai ataupun melihat atraksi-atraksi wisata air yang diselenggarakan. Kampung Beting merupakan salah satu daerah yang berada ditepian sungai. Kampung Beting merupakan daerah yang sangat strategis karena berada pada persimpangan dua sungai yaitu antara Sungai Kapuas Kecil dengan Sungai Landak, sehingga selain pandangan pada tempat ini lebih luas juga lebih cocok untuk menjadi lokasi Kawasan Wisata Air tersebut. Kawasan Wisata Air ini akan menampung segala fasilitas wisata air yang tepat dilaksanakan di Sungai Kapuas dan dengan bangunan yang khas yaitu bangunan atas air yang bercirikan arsitektur khas Pontianak.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/3154
    Collections
    • Architecture [3971]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV