| dc.description.abstract | Keberadaan tempat pangkas rambut pria seperti ini (barbershop) yang mulai merebak di
Yogyakarta, banyak kompetitor di bidang usaha barbershop, maka pelaku usaha di tuntut
untuk lebih kreatif dalam menentukan strategi dalam menjalankan usahanya. Dan belum
banyak kesadaran pemilik usaha barbershop meyadari pentingnya keberlanjutaan bisnis
(Sustainable Business). Dalam penilitian ini menggunakan metode bisnis model kanvas
(BMC) Analisis SWOT, KPI Sustainability Balance Scorecard (SBSC). Hasil penilitian
Unick Barbershop dilakukan perancangan bisnis model kanvas yang terdiri Customer
Segment usulan Teknologi (Booking Online) dan Layanan panggilan kerumah (Home
Service), blok Value Proposition usulan membuka lapangan kerja, kesejahteraan karyawan,
kerja sama pengelolaan limbah rambut, hemat energi dalam penggunaan listrik, dan air.
Block Key Aktivities diusulkan penggunaan silet sekali pakai, untuk menghindari HIV dan
AIDS. Block Key Patners diusulkan melakukan kerjasama dengan pengusaha dan komunitas
barbershop. Key Resources usulan update fasilitas. Revenue Streams diusulkan Pembayaran
purchase (Transaksi elektronik), privat kursus potong rambut dan penjualan produk yang
berkaitan dengan usaha barbershop. KPI sustainability (1) Kinerja usaha Unick Barbershop
diukur perspektif financsial ROI pertumbuhan kurang dari 1%, maka kurang baik dalam
perkembangan usaha. Nilai NPM usaha Unick Barbershop kurang baik, dan tidak menarik
investor karena hanya 2%. RGR usaha Unick barbershop peningkatan dengan nilai 2%,
maka dibutuhkan strategi lebih lanjut agar bisa mempertahan usahanya. Cost effisinesi
dengan nilai 6%, artinya usaha Unick Barbershop belum effisiensi. (2) Kinerja usaha Unick
barbershop diukur dari perspektif pelanggan, retensi pelanggan cukup baik dengan nilai 5%.
Kepuasan pelanggan 5%, degan kereteria penilaian balancescorecard buruk diakrenakan
Unick Barbershop tidak mampu menarik pelanggan baru. (3) Kinerja usaha Unick
Barbershop diukur dari perspektif bisnis internal, dibutuhkan update fasilitas cukur. Peroses
opersional dibutuhkan pemasaran online. Layanan purna jual disarankan penjualan produk
yang berkaitan dengan barbershop untuk menambah pundi pendapatan. (4) Kinerja usaha
Unick Barbershop diukur dari perspeftif pertumbuhan dan pembelajaran retensi karyawan
dengan nilai 0% dengan produktivitas 2% dan training karyawan 100%. (5) Kinerja usaha
Unick Barbershop diukur dari perspektif sosial dengan nilai 64,5%. (6) Kinerja usaha Unick
barbershop diukur dari perspektif lingkungan dengan nilai 57,49% pada kondisi kategori B
(Kurang Sehat). Dari hasil penelitian penting untuk inovasi model bisnis perusahaan dalam
pengambangan di 8 blok model yang terdiri dari customers segment, value proposition, key
resource, channels, key patners, key activitie, cost structure dan revenue streams, yang dapat
meningkatkan kualitas layanan, kompetensi sumber daya manusia, serta menunjang
pencapaian jangka panjang perusahaan dengan lebih terukur. | en_US |