Show simple item record

dc.contributor.advisorDr. Ir. Elisa Kusrini, MT
dc.contributor.author16919216 Suar Ishak
dc.date.accessioned2021-07-09T05:56:32Z
dc.date.available2021-07-09T05:56:32Z
dc.date.issued2020
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/30348
dc.description.abstractDalam melakukan suatu perjalanan penerbangan tidak luput dari bahan bakar yang digunakan, sehingga bagaimana cara melakukan perjalanan dengan biaya operasional bahan bakar yang minimum, perlu diketahui bahwa biaya operasional terbesar di penerbangan adalah bahan bakar. Penelitian ini menggunakan metode fuel tangkering, dimana metode ini bertujuan untuk menghindari pengisian bahan bakar di stasion-stasion yang harga bahan bakarnya lebih mahal dari stasion asal. Penelitian ini berfokus pada penerbangan Garuda Indonesia GA B737-800 NG rute Jogyakarta-Singapura-Jakarta dengan bandara alternative Pekanbaru dan Surabaya. Dari hasil analisis yang diperoleh bahwa pengisian dengan metode fuel tangkering dengan nilai kebutuhan bahan bakar sebesar 12240.9 kg lebih menguntungkan daripada pengisian secara umum dengan nilai kebutuhan 13884.95 kg, sehingga selisih keuntungan yang didapatkan sebesar 1644.05 kg. Namun pada penelitian ini memiliki variable-variable yang perlu diperhatikan dalam menggunakan metode tersebut, dimana variable yang diketahui adalah fuel required, fuel destination dan fuel taxi.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectRuteen_US
dc.subjectbahan bakaren_US
dc.subjectmetode fuel tankering.en_US
dc.titleAnalisa Kebutuhan Konsumsi Bahan Bakar Pesawat Boeing B737-800 NG Rute Yogyakarta-Singapura-Jakartaen_US
dc.Identifier.NIM16919216


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record