• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Aktivitas Antipenuaan Ekstrak Air Daun Kersen (Muntingia calabura) terhadap Jumlah Fibroblas Kulit Studi Eksperimental pada Mus Musculus Balb/C Terinduksi D-galaktosa

    Thumbnail
    View/Open
    13711154.pdf (16.02Mb)
    Date
    2017-03-02
    Author
    Hamid, Muthmainnah K. / 13711154
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penuaan merupakan proses alami yang terjadi secara akumulatif sejak awal kehidupan. Proses penuaan tampak pada lapisan terluar tubuh yaitu kulit.Salah satu teori dasar penuaan adalah melalui mekanisme stress oksidatif yang dapat menyebabkan kerusakan sel fibroblas kulit. Antioksidan eksternal dibutuhkan untuk membantu kerja antioksidan internal dalam mencegah proses penuaan. Daun kersen (Muntingia calabura) merupakan salah satu tanaman yang memiliki kandungan antioksidan dan dinilai mampu memberikan efek antipenuaan kulit. Tujuan Penelitian : Mengetahui pengaruh pemberian ekstrak air daun kersen (M. calabura) terhadap jumlah sel fibroblas kulit Mus musculus Balb/c yang diinduksi D-galaktosa. Metode Penelitian : Jenis penelitian adalah eksperimental murni rancangan acak lengkap (Completely Randomized Design) dengan subjek Mus musculus Balb/c yang dibagi kedalam 5 kelompok yaitu kelompok kontrol sehat (K1), kelompok model penuaan terinduksi D-galaktosa (K2) dan kelompok penuaan terinduksi Dgalaktosa dengan perlakuan selama 4 minggu berupa sonde ekstrak air daun kersen (M. calabura) dosis 35mg/kgBB (P1), ekstrak air daun kersen (M. calabura) dosis 70mg/kgBB (P2) dan vitamin C dosis 28mg/kgBB(P3). Induksi penuaan dilakukan selama 6 minggu, kemudian dikonfirmasi dengan menghitung kadar MDA plasma. Hasil : Jumlah fibroblas pada kelompok penuaan dengan perlakuan berupa sonde ekstrak air daun kersen dosis 70mg/kgBB(P2) dan vitamin C dosis 28mg/kgBB (P3) lebih tinggi dibandingkan kelompok penuaan (K2) yang tidak mendapatkan perlakuan (jumlah fibroblas P2=24.3500, P3=19.9500 dibanding K2=13.1500; p=0.000 dan p=0.015). Kesimpulan : Pemberian ekstrak air daun kersen (Muntingia calabura) berpengaruh terhadap jumlah fibroblas kulit Mus musculus Balb/c yang diinduksi D-galaktosa.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/29927
    Collections
    • Medical Education [2782]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV