• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Environmental Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Environmental Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Pengaruh Aerasi terhadap Pengomposan Blotong

    Thumbnail
    View/Open
    01.0 cover.pdf (41.45Kb)
    02 preliminari.pdf (337.3Kb)
    03 daftar isi.pdf (337.3Kb)
    04 abstract.pdf (113.5Kb)
    05.1 bab 1.pdf (142.8Kb)
    05.2 bab 2.pdf (1.361Mb)
    05.3 bab 3.pdf (242.9Kb)
    05.4 bab 4.pdf (1.470Mb)
    05.5 bab 5.pdf (97.06Kb)
    06 daftar pustaka.pdf (86.16Kb)
    Date
    2006
    Author
    Nurmi, Weisti
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Blotong merupakan limbah padat yang dihasilkan oleh pabrik gula dalam proses pengolahan tebu menjadi sakarosa. Blotong merupakan sisa tapisan, berwujud bahan padat, berwarna hitam dan komposisinya tergantung pada jenis tebu. Blotong masih mengandung bahan organik yang akan mengalami dekomposisi secara alami sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk maupun sebagai media tanaman, namun selama ini blotong tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil akhir kompos (Rasio C/N, unsur makro N, P, K) dengan penambahan aerasi, mengetahui variasi aerasi yang optimal untuk proses pengomposan blotong, mengetahui lama kematangan kompos dengan variasi aerasi. Pada penelitian ini digunakan blotong, kotoran sapi dan EM4 untuk pembuatan kompos. Penelitian ini menggunakan 4 buah reaktor dengan komposisi bahan yang sama yaitu 10 kg blotong + 5 kg kotoran sapi + EM4 dengan penambahan variasi aerasi yang berbeda yaitu reaktor 1 (0 aerasi), reaktor 2 (1 x aerasi), reaktor 3 (2 x aerasi), dan reaktor 4 (3 x aerasi). Aerasi diberikan sebagai sumber oksigen untuk pertumbuhan mikroba pengurai. Semakin banyak aerasi, mikroorganisme menjadi lebih aktif untuk menguraikan bahan organik. Dari keempat variasi aerasi, hasil penelitian dengan variasi aerasi 2 x sehari menghasilkan kompos yang paling baik dengan kandungan C/N sebesar 17,36% N (Nitrogen) sebesar 0,66 %, untuk P (Phosphat) sebesar 2,15 %, sedangkan K (Kalium) sebesar 0,30 %.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/2927
    Collections
    • Environmental Engineering [1825]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV