• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Islamic Studies
    • Islamic Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Islamic Studies
    • Islamic Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Telaah Hukum Islam Terhadap Selebriti Instagram (Selebgram) Pengguna Cadar

    Thumbnail
    View/Open
    16421215 Annahdlia Aulia Zahwa.pdf (7.123Mb)
    Date
    2020
    Author
    16421215 Annahdlia Aulia Zahwa
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Seiring perkembangan zaman terutama pesatnya percepatan digital saat ini, posisi media sosial sebagai wadah interaksi yang sifatnya sekunder bagi kalangan masyarakat ternyata malah memberikan ruang interaksi bagi muslimah yang bercadar untuk mengekspresikan diri mereka. Munculnya fenomena Selebriti Instagram wanita bercadar dalam Instagram, telah banyak menuai perbedaan pendapat dikalangan pengguna media sosial. Sebagian pendapat menilai bahwa pengguna cadar hendaknya menjaga diri, bukan malah mengekspos dirinya. Fokus penelitian ini tertuju pada kajian yang bersandarkan pada bagaimana hukum Islam memandang agar dapat memecahkan masalah yang terjadi di masyarakat terkait pro dan kontra pendapat warganet. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi kepustakaan yaitu mencari dan mengumpulkan informasi dari buku-buku, karya ilmiah, tesis, disertasi, ensiklopedia, dan internet dengan mengambil dokumentasi secara langsung pada akun Instagram para Selebriti Instagram pengguna cadar yang berkaitan dengan penelitian ini. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu normatif fenomenologi, yaitu mengkaji bahan hukum utama berdasarkan fenomenologi yang ada. Hasil penelitian mengarah pada fenomena cadar yang terwakilkan oleh virtualisasi (Instagram). Hukum dari kebanyakan ulama Islam dalam memandang cadar lebih kepada fungsi penggunaan yang wajib apabila ingin menghindarkan diri dari fitnah. Sedangkan pengambilan hukum peneliti cenderung tertuju pada mazhab Syafi’i yaitu wajib, sunah, dan Khilāf al ‘aulā. Tetapi bila konteks cadar tertuju pada Selebgram peneliti menilai hal ini cenderung mengarah kepada tabarruj. Sedangkan Allah Swt. jelas melaknat bagi mereka yang melakukan tabarruj.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/123456789/28599
    Collections
    • Islamic Law [923]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV