• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Dissertations
    • Doctor of Economics
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Dissertations
    • Doctor of Economics
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Implementasi Perilaku Kerja Berbasis Nilai Budaya Kerja (NBK) Pada Kementerian Agama Republik Indonesia: Analisis Dengan Pendekatan Modifikasi Theory Of Planned Behavior (TPB)

    Thumbnail
    View/Open
    16931003 Moehammad Reza Arfiansyah.pdf (19.03Mb)
    Date
    2020
    Author
    Moehammad Reza Arfiansyah
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian ini mengkaji hubungan budaya organisasional, peer reference, dan spiritualitas untuk memprediksi perilaku kerja berdasarkan Nilai Budaya Kerja di Kantor Wilayah Kementerian Agama seluruh Indonesia dengan niat kepatuhan melaksanakan Nilai Budaya Kerja sebagai variabel intervening berbasis Theory of Planned Behavior (TPB) yang dimodifikasi. Sejak tahun 2015, Menteri Agama Republik Indonesia menetapkan 5 (lima) Nilai Budaya Kerja sebagai perilaku kerja setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kementerian Agama. Berbagai macam aspek dapat mempengaruhi perilaku implementasi budaya kerja, termasuk di antaranya budaya organisasional, peer reference, dan spiritualitas. Berdasarkan hasil pengujian Measurement Model dan Structur Model diketahui model TPB modifikasi cocok dan sesuai dengan model induknya. Selanjutnya, dari hasil analisis inferensial dengan metode Structural Equation Modeling (SEM) ditemukan bahwa budaya organisasional (X1), peer reference (X2), dan spiritualitas (X3) masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat kepatuhan melaksanakan Nilai Budaya Kerja (Y1). Niat kepatuhan melaksanakan Nilai Budaya Kerja (Y1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku kerja berdasarkan Nilai Budaya Kerja (Y2). Budaya organisasional (X1), peer reference (X2), dan spiritualitas (X3) masing-masing secara langsung (direct effect) tidak berpengaruh terhadap perilaku kerja berdasarkan Nilai Budaya Kerja (Y2), namun secara tidak langung (indirect effect) berpengaruh melalui niat kepatuhan melaksanakan Nilai Budaya Kerja (Y1) sebagai intervening. Dengan demikian dapat disimpulkan, semakin kuat budaya organisasional, peer reference, dan spiritualitas, maka akan memperkuat niat kepatuhan melaksanakan Nilai Budaya Kerja, yang selanjutnya berimplikasi pada peningkatan perilaku kerja berdasarkan Nilai Budaya Kerja.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/123456789/28102
    Collections
    • Doctor of Economics [94]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV