• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Architecture
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Architecture
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    ISLAMIC CENTER PULAU DOMPAK Dengan Pendekatan Arsitektur Melayu dalam Transformasi Desain

    Thumbnail
    View/Open
    01.0 cover.pdf (81.89Kb)
    02 preliminary.pdf (257.5Kb)
    03 daftar isi.pdf (226.5Kb)
    04 abstract.pdf (65.91Kb)
    05.1 bab 1.pdf (1.493Mb)
    05.2 bab 2.pdf (3.184Mb)
    05.3 bab 3.pdf (1.789Mb)
    05.4 bab 4.pdf (3.039Mb)
    05.5 bab 5.pdf (42.82Kb)
    06 daftar pustaka.pdf (337.5Kb)
    Date
    2017
    Author
    Destriyan Handoko
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Pulau Dompak sebagai Pusat Pemerintahan baru provinsi Kepulauan Riau. Pemilihan lokasi berada pada peruntukan lahan di Dompak yaitu di zona peribadatan yang dimana lokasi tersebut masih terdapat bangunan masjid eksisting dengan fasilitas yang masih kurang untuk di jadikan satu pemusatan kegiatan ke islaman bertingkat Provinsi. Permasalahan arsitektural adalah Bahwa islamic center itu sifatnya informal, tetapi Arsitektur Melayu itu Formal, maka bagaimana menampilan islamic center yang informal menjadi dengan pendekatan arsitektur yang sifatnya formal. Formal adalah sebuah aturan – aturan konseptual dan logis (Formal diartikan sebagai Simetris), in formal adalah sebuah aturan yang tidak harus diikuti sesuai atau kaidah kaidah wajibnya sehingga sifatnya bebas , tidak terikat oleh aturan . (In Formal juga bisa dikatakan sebagai Asimetris) Perancangan diawali dengan mempelajari fasilitas apa saja pada eksisting dan terkait standar Islamic center tingkat provinsi, tinjauan mengenai Islamic Center Tingkat Provinsi dan pusat, serta beberapa studi preseden Islamic center di Indonesia yang menerapkan standar Provinsi dan Pusat seperti Jakarta Islamic Center dan Samarinda Islamic Center. Pendekatan perancangan arsitektural dilakukan dengan konsep perancangan arsitektur lokal sebagai acuan desainnya. Arsitektur lokal tersebut adalah Arsitektur khas Melayu. wujud arsitektur Melayu yang diambil adalah dari Tanjak (Penutup Kepala khas Melayu), Selain itu untuk menguatkan tema dan menghasilkan arsitektur yang Islami, maka digunakan beberapa metode yaitu metode Transformasi (Laseau, 1980) bersifat hiasan (ornamental), menggeser, memutar, mencerminkan, menjungkir balikan,dan melipat. Hasil perancangan berupa Islamic center dengan wajah informal (asimetris) yang dinamis dengan tampilan formal Tanjak dikemas dalam bentukan baru sehingga terkesan monumental.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/123456789/27840
    Collections
    • Architecture [3971]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV