• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Chemical Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Chemical Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Pengaruh Setting Pressure Bar pada Mesin Drawing Finisher Rieter SB 51 terhadap Ketidakrataan Sliver Cotton 100% dengan Ne₁ 0.14 di Unit Spinning 7 PT Apac Inti Corpora

    Thumbnail
    View/Open
    03521002 Amirullah.pdf (3.885Mb)
    Date
    2007
    Author
    Amirullah
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Pressure bar aclalah batang penekan yang terletak antara pasangan rol tengah dan rol depan pada sistem 3 diatas 3 rol. Dengan adanya Pressure bar pada mesin Rieter SB 51 drawing finisher bertujuan untuk menahan agar serat - serat tidak tertarik sebelwn waktunya, khususnya serat - serat pendek sehingga menghasilkan sliver yang rata, tingkat pengontrolan serat - serat lebih baik, membantu mensejajarkan serat, menahan kotoran yang acla pacla sliver, membantu agar sliver tidak twnpang tindih, clan juga mengatur kerataan sliver. Pacla penelitian ini dilakukan suatu pengamatan dengan metode penelitian di lapangan, penelitian di laboratoriwn dan studi kepustakaan pacla proses cotton 100% di mesin Riefer SB 51 drawing finisher untuk mengetahui pengaruh clari setting ring pada pressure bar yang mempengaruhi keticlakrataan sliver. Setting ring pacla pressure bar yang digunakan pada penelitian ini aclalah setting ring 0, 2, 4, 6, dan 8. Dari hasil penelitian melalui pengolahan data dengan menggunakan analisis varian diperoleh bahwa temyata setting ring pacla pressure bar mempengaruhi nilai ketidakrataan sliver yang dihasilkan. Secara keseluruhan temyata terclapat perbedaan nilai ketidakrataan sliver tiap setting dengan jarak pressure bar yang berbeda. Jika dilihat dari nilai keticlakrataan sliver cotton 100% yang dihasilkan maka setting ring dengan settingan 0 akan memperoleh nilai ketidakrataan yang lebih baik dibandingkan dengan settingan menggunakan ring 2, 4, 6, clan 8. Hal ini disebabkan karena sliver agak tertekan ke bawah sehingga jarak sliver menjadi lebih jauh dan mengakibatkan pensejajaran serat menjadi baik, clan serat akan lebih muclah pengontrolannya oleh pressure bar.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/123456789/27338
    Collections
    • Chemical Engineering [1338]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV