• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Efek Pemberian Teofilin(1,3-Dimetilxantin) Dibanding Kafein (1,3,7-Trimetilxantin) Dalam Menunda Kelelahan Otot Pada Tikus Putih ( Rattus Norvegicus ) Strain Wistar

    Thumbnail
    Date
    2013-02-11
    Author
    Trunogati, Pranandito 09711043
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Kelelahan otot adalah kegagalan otot untuk berkontraksi setelah mendapat rangsangan yang sama. Peningkatan kelelahan otot hampir berbanding lurus dengan penurunan glikogen otot. Adapun metilxantin (kafein dan teofilin) mempunyai pengaruh dalam menghemat penggunaan glikogen oleh tubuh. Tujuan: Mengetahui ada tidaknya pengaruh pemberian teofilin dan kafein dalam menunda kelelahan otot pada tikus Wistar dan mengetahui perbedaan potensi antara teofilin dengan kafein dalam menunda kelelahan otot yang ditunjukkan dengan perbedaan lama struggling. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni dengan rancangan post test only with control group yang dilakukan di laboratorium Fisiologi FK UII Yogyakarta. Sebanyak 18 ekor tikus Wistar jantan dengan berat 200-220 g (umur ± 3 bulan), Hb 11,5-16, dan PCV 35-51% dibagi secara acak kedalam 3 kelompok, yaitu kelompok P1 (larutan teofilin 3,15% 1mL/KgBB), kelompok P2 (larutan kafein 3,78% 1mL/KgBB), dan kelompok kontrol (aquades 1mL/KgBB). Kelelahan otot diukur menggunakan forced swimming test dan dihitung lama struggling-nya dalam detik. Data lama struggling antar kelompok dianalisis dengan uji One Way Anova menggunakan software SPSS 17 for Windows. Hasil: Rerata lama struggling (detik) tikus kelompok teofilin (312,33 ± 15,92) dan kelompok kafein (286,83 ± 7,11) lebih tinggi dibanding kelompok kontrol (140,33 ± 23,24). Uji one way anova menunjukkan perbedaan lama struggling yang bermakna antar kelompok tikus (p<0,05), uji lanjutan dengan uji bonferroni antara kelompok teofilin dengan kelompok kafein menunjukkan tidak ada perbedaan lama struggling yang bermakna (p>0,05). Simpulan: Pemberian teofilin ataupun kafein pada tikus Wistar mampu menunda kelelahan otot. Pemberian teofilin lebih efektif dibanding pemberian kafein dalam menunda kelelahan otot tikus Wistar, meskipun secara statistik efek ini sebanding.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/25731
    Collections
    • Medical Education [2934]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV