Hubungan antara Persepsi terhadap Konflik Perkawinan Orangtua dengan Kecemasan Remaja
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah ada hubungan positif antara
persepsi remaja terhadap konflik perkawinan orang tua dengan kecemasan. Dugaan
awal yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan positif antara persepsi
remaja terhadap konflik perkawinan orang tua dengan kecemasan. semakin berat atau
parah persepsi remaja terhadap konflik perkawinan orang tua, semakin tinggi tingkat
kecemasan remaja.
Persepsi remaja terhadap perkawinan orang tua adalah cara pandang remaja
terhadap stimulus yang dihadirkan oleh orang tua atau keadaan orang tua mereka
berupa pertentangan, pertengkaran , perbedaan pendapat, perselisihan atau pertikaian
yang terjadi pada orang tua mereka yang diterima oleh indera mereka dan
diinterpretasikan mereka ke dalam suatu ingatan yang menjadikan sebagai suatu
pengalaman dan pengetahuan selanjutnya para remaja tersebut mengambil keputusan
atas apa yang dipersepsikan mereka dan hal tersebut menimbulkan adanya ancaman
terhadap keutuhan keluarga sehingga menumbuhkan rasa cemas pada remaja
(Mussendkk, 1994).
Subyek penelitian ini adalah para remaja yang berusia 16-19 tahun yang
berada di sekolah SMK Sanjaya Pakem kelas 2, dengan jumlah 97 siswa yang tebagi
dalam 3 jurusan yaitu Sekretaris, Akuntansi, dan Penjualan. Dalam penelitian ini
penulis menyebar dua skala. Pengujian hipotesis pada penelitian ini menggunakan
tehnik product moment dari Pearson yang perhitungan statistiknya dilakukan dengan
menggunakan jasa komputerSPSS 10,0for Windows.
Hasil analisis yang diperoleh adalah ada hubungan positif yang sangat
signifikan antara variabel persepsi remaja terhadap konflik perkawinan orang tua
dengan variabel kecemasan dengan koefisien korelasi sebesar r = 0,310; p = 0,001
atau p>0,05 jadi hipotesis dapat diterima.
Collections
- Psychology [2586]
