• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Environmental Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Environmental Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Pemanfaatan Tanah Gambut Sebagai Koagulan untuk Menurunkan Warna pada Air Limbah Batik Nakula Sadewa

    Thumbnail
    View/Open
    01513020 Abdullah.pdf (7.653Mb)
    Date
    2007
    Author
    Abdullah, 01513020
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Dalam proses produksi, industri batik banyak mengunakan bahan-bahan kimia dan air yang dapat menyebabkan pencemaran. Adapun salah satu parameter pencemaran industri batik adalah warna. Salah satu alternatif pengolahan limbah adalah dengan proses koagulasi-flokulasi. Instalasi pengolahan Industri batik Nakula Sadewa, Sleman menghasilkan air limbah batik. Apabila tidak dilakukan pengolahan sebelum dibuang kelingkungan dapat merusak fungsi dari lingkungan. Air limbah industri batik bersifat non biodegradable untuk parameter warna. Penelitian dilakukan dengan memanfaatkan tanah gambut sebagai koagulan. Tujuan dari pengolahan ini untuk mengetahui pengaruh koagulan tanah gambut dalam menurunkan warna pada limbah cair industri batik. Pada proses koagulasi-flokulasi dalam pengolahan ini menggunakan jar test. Penelitian dilakukan tiga kali yaitu koagulan tanah gambut. Koagulan tanah gambut dengan kapur, dan koagulan tawas dengan kapur. Dan untuk pemeriksaan warna mengunakan metode spektrofotometri secara Closed refluks (refluk tertutup). Hasil penelitian menunjukkan bahwa koagulan tanah gambut dengan poses koagulasi-flokulasi tidak efektif sebagai koagulan dalam menurunkan warna dalam air limbah batik, disebabkan oleh air limbah yang bersifat non biodegradable, serta zat warna dalam air limbah tidak larut dalam air, dan molekul zat warna belum terpecah atau terputus rantai molekulnya. Kecepatan pengadukan berpengaruh terhadap pembentukan flok. Apabila pengadukan terlalu lambat mengakibatkan lambatnya flok terbentuk, dan sebaliknya apabila pengadukan terlalu cepat mengakibatkan pecahnya flok yang sudah terbentuk.
    URI
    http://dspace.uii.ac.id/123456789/24317
    Collections
    • Environmental Engineering [1825]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV