• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Mathematics and Natural Sciences
    • Pharmacy
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Mathematics and Natural Sciences
    • Pharmacy
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Kajian Perbandingan antara Metode Immunoassay dan KCKT dalam Bioanalisis Vankomisin untuk PKOD

    Thumbnail
    View/Open
    16613088 Senya Puteri Amalia.pdf (643.5Kb)
    Date
    2020-07-13
    Author
    Senya Puteri Amalia, 16613088
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Vankomisin adalah antibiotik dengan indeks terapi sempit dan variabilitas farmakokinetika inter-individual yang tinggi, sehingga penting untuk dipantau dan dikendalikan dengan Pemantauan Kadar Obat dalam Darah (PKOD) agar konsentrasi obat berada pada rentang terapi. Kuantifikasi konsentrasi vankomisin dalam aplikasi PKOD tentunya membutuhkan metode yang akurat dengan keterulangan baik, sehingga mendorong berbagai peneliti mengembangkan metode terbaik. Metode immunoassay banyak digunakan dalam aplikasi PKOD karena kecepatan dan kesederhanaan prosedurnya, sedangkan metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) mampu memberikan tingkat sensitivitas dan selektivitas yang tinggi dalam bioanalisis vankomisin. Oleh karena itu, kajian ini memberikan tinjauan umum tentang berbagai penelitian terdahulu menggunakan metode immunoassay dan KCKT serta perbandingannya untuk mengukur kadar vankomisin dalam cairan biologis manusia, sehingga dapat dijadikan sumber pertimbangan pemilihan metode bioanalisis vankomisin yang tepat, efektif dan efesien dalam aplikasi klinis PKOD. Metode pencarian artikel sebagai referensi dilakukan melalui database science direct, google scholar dan PubMed dengan kata kunci “bioanalysis”, “vancomycin”, “immunoassay”, ”HPLC” dan “human” beradasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil tinjauan dari 34 jurnal ilmiah dalam kajian ini menunjukkan bahwa metode immunoassay direkomendasikan untuk PKOD secara rutin, tetapi harus memperhatikan beberapa kondisi pasien. Disisi lain, pasien dengan kondisi khusus yang membutuhkan analisis dengan tingkat sensitivitas dan selektivitas yang tinggi dapat menggunakan metode KCKT, walaupun membutuhkan waktu lebih dan metode yang kompleks.
    URI
    http://dspace.uii.ac.id/123456789/23777
    Collections
    • Pharmacy [1834]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV