Show simple item record

dc.contributor.advisorTien Budi Febriani
dc.contributor.authorNikmah, Firdha Khoirun
dc.date.accessioned2020-08-31T08:28:14Z
dc.date.available2020-08-31T08:28:14Z
dc.date.issued2020-05-01
dc.identifier.urihttp://dspace.uii.ac.id/123456789/23596
dc.description.abstractLatar Belakang : Stunting merupakan kondisi dimana tinggi badan menurut umur kurang dari -2 standar deviasi. Stunting pada Balita dapat menyebabkan gangguan perkembangan fisik dan perkembangan kognitif. Salah satu faktor risiko stunting adalah tinggi badan ibu. Ibu dengan perawakan pendek memiliki sistem anatomi dan metabolisme yang tidak memadai yang dapat memengaruhi kesehatan janin. Tujuan Penelitian : Mengetahui pengaruh tinggi badan ibu terhadap kejadian stunting Balita usia 24-59 bulan di Posyandu wilayah kerja Puskesmas Turi, Pakem, dan Cangkringan, Kabupaten Sleman. Metode Penelitian : Desain penelitian adalah cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada Balita usia 24-59 bulan di Posyandu wilayah kerja Puskesmas Turi, Pakem, dan Cangkringan. Diagnosis stunting ditegakkan menggunakan grafik pertumbuhan anak WHO dan tinggi badan ibu disebut pendek apabila <150cm. Hasil : Total responden pada penelitian adalah 70 Balita dengan 30 Balita mengalami stunting dan ibu pendek berjumlah 32 ibu. Hasil statistik diperoleh hubungan antara kejadian stunting dengan tinggi badan ibu (p=0.005). Kesimpulan : Pada penelitian ini terbukti bahwa tinggi badan ibu berpengaruh terhadap kejadian stunting.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectStuntingen_US
dc.subjecttinggi badan ibuen_US
dc.titlePengaruh Tinggi Badan Ibu terhadap Kejadian Stunting Balita Usia 24-59 Bulan di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Turi, Pakem, dan Cangkringan, Kabupaten Slemanen_US
dc.Identifier.NIM16711076


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record